Beberapa waktu lalu, penampilan apik yang diperagakan oleh Pratama Arhan kala bertanding melawan Argentina mendapatkan sorotan luas dari berbagai kalangan. Salah satu nama yang terang-terangan memuji penampilan Pratama Arhan adalah Abel Ferreira, seorang pelatih berkebangsaan Portugal.
Dalam statemennya, Abel Ferreira bahkan menyatakan ketertarikannya untuk mendatangkan pemain yang kini membela klub Tokyo Verdy tersebut meskipun dengan harga tiga kali lipat dari nilai pasar yang dimilikinya saat ini. Kira-kira, teman-teman sudah tahu atau belum ya, siapa sosok dari Abel Ferreira ini?
BACA JUGA: FIFA U-17: Saat Kesombongan "Local Pride" Mulai Diganggu oleh Erick Thohir
Jika belum mengetahuinya, kita bahas bersama, sedikit profil seorang Abel Ferreira!
Abel Ferreira merupakan seorang pelatih berkebangsaan Portugal yang kini berkarir sebagai pelatih klub Palmeiras, sebuah klub kasta tertinggi liga nasional Brazil. Memiliki nama lengkap Abel Fernando Moreira Ferreira, pria yang satu ini lahir di Penaflel, Portugal pada 22 Desember 1978.
Sebelum memulai karir kepelatihannya, Abel Ferreira juga pernah merasakan karir sebagai pesepakbola profesional. Selain memperkuat klub Penaflel di kota kelahirannya, Ferreira juga tercatat malang melintang memperkuat tim-tim mapan di Liga Portugal.
BACA JUGA: Fakta: Hanya Indonesia, Negara ASEAN yang Main di Semua Level Piala Dunia
Tim-tim besar sekelas SC Braga hingga Sporting CP, menjadi dua klub mapan Portugal yang menghiasi sebagian besar perjalanan karir profesionalnya kala itu, hingga dirinya memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2011 lalu.
Pasca gantung sepatu, pelatih yang memiliki lisensi UEFA Pro ini langsung terjun ke dunia kepelatihan. Dimulai dari Sporting U-19 pada tahun 2012/2013, Ferreira langsung naik jabatan menangani tim Sporting B pada tahun 2013/2014.
Setahun berselang, Ferreira pindah klub dan menjadi manager Braga B. Dan disinilah pengalaman pertamanya sebagai pelatih tim utama dimulai. Pada tahun 2016, Braga menunjuknya sebagai pelatih karetaker, sebelum akhirnya dipatenkan pada tahun 2017.
BACA JUGA: Podium Juara Taipei Open 2023: Malaysia Borong Dua Gelar, Indonesia Satu
Kebersamaan Ferreira dengan Braga berakhir pada tahun 2019, ketika sang pelatih menerima tawaran dari PAOK Salonika. Uniknya, ketika menjadi pelatih PAOK Salonika, pihak klub menjual Ferreira ke Palmeiras dengan harga 600 ribu Euro pada 31 oktober 2020. Nilai tersebut akan bertambah menjadi 1,6 juta Euro jika selama menangani Palmeiras, sang pelatih mampu membawa tiga piala bagi klub Brazil itu.
Nah, itulah sedikit profil dari Abel Ferreira, pelatih Palmeiras yang kepincut dengan performa Pratama Arhan. Sekarang kita tinggal menunggu, kira-kira pelatih yang satu ini benar-benar akan mendatangkan Arhan atau tidak ya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
Artikel Terkait
-
Biodata Profil dan Riwayat Pendidikan Panji Gumilang Pimpinan Ponpes Al Zaytun Indramayu
-
Profil Bima Sakti, Pelatih Timnas Indonesia di Ajang Piala Dunia U-17
-
Rahasia Awal Mula Lemparan ke Dalam Pratama Arhan yang Mematikan
-
Pemain Timnas Islandia Ikuti Lemparan Maut Pratama Arhan, Ini Hasilnya
-
Pratama Arhan Kembali Berlatih Bersama Tokyo Verdy Setelah Tampil di FIFA Matchday
Hobi
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
-
Dirumorkan Jadi Rekan Setim, Pedro Acosta Ingin Duel dengan Marc Marquez
-
Drama Nurburgring 24H: Mercedes Juara dan Max Verstappen Tumbang Jelang Finis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!
-
MotoGP Catalunya 2026 Kacau! Jorge Martin Emosi, Aprilia Tegur Trackhouse
Terkini
-
Her Name Is: Potret Perempuan Korea yang Hidup di Tengah Tekanan Patriarki
-
Tumbler, Tote Bag, dan Realita: Apakah Gen Z Benar-benar Peduli Lingkungan?
-
Durasi 2 Jam 52 Menit dan Kontroversi Casting: Menakar Hype The Odyssey Karya Christopher Nolan
-
6 Parfum Floral Notes untuk Daily Office Look: Wanginya Feminin dan Elegan!
-
Terkurung Sumpah Purba: Gugatan Cinta dan Fanatisme Kasta dalam Lakuna