Hayuning Ratri Hapsari | Fathorrozi 🖊️
Buku Dipuji Jangan Terbang, Dihina Jangan Tumbang (Gramedia)
Fathorrozi 🖊️

Salah satu pesan penting yang terus diingat dari buku ini adalah “dipuji jangan terbang, dan dihina jangan tumbang.” Kalimat sederhana tersebut mengandung makna yang dalam. Artinya, seseorang tidak boleh terlena oleh pujian, tetapi juga tidak boleh runtuh hanya karena hinaan.

Dalam kehidupan, tidak sedikit orang yang merasa putus asa ketika menghadapi tekanan, kritik, atau perlakuan tidak menyenangkan dari orang lain. Padahal, terlalu membanggakan pujian pun bukan hal yang bijak. Ibarat seekor nyamuk yang bisa mati hanya karena satu tepukan, sesuatu yang tampak kecil bisa menjadi akhir jika kita lengah.

Buku Dipuji Jangan Terbang, Dihina Jangan Tumbang menghadirkan refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan emosi dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Karya ini fokus pada pengembangan diri, terutama dalam membangun mental yang tangguh untuk meraih kesuksesan. Pembaca diajak memahami bahwa keberhasilan bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang kerap diwarnai kegagalan, jatuh bangun, serta berbagai rintangan.

Melalui pembahasan yang lugas dan relevan, buku ini mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian penting dari perjalanan menuju keberhasilan. Setiap kegagalan menyimpan pelajaran berharga yang akan membentuk karakter dan memperkuat mental.

Dalam proses tersebut, seseorang juga harus siap menghadapi kritik bahkan hinaan dari lingkungan sekitar. Namun, kunci utamanya adalah tetap berdiri tegak dan tidak menyerah. Ketika seseorang tumbang akibat hinaan, saat itulah ia sebenarnya telah kalah sebelum mencapai tujuannya.

Selain menanamkan ketahanan mental, buku ini juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati saat kesuksesan telah diraih. Keberhasilan tidak seharusnya membuat seseorang melupakan jati dirinya maupun proses panjang yang telah dilalui. Justru, kesadaran akan perjalanan tersebut menjadi pengingat agar tetap bersikap bijak dan tidak terjebak dalam kesombongan.

Penulisnya, Brilionaire, dikenal sebagai kreator konten yang konsisten membagikan kata-kata motivasi khususnya untuk kalangan muda. Pengikutnya di media sosial pun jutaan.

Gaya penyampaian Brilionaire dalam buku ini sederhana, namun mengena sehingga membuat pesan-pesan dalam buku ini terasa dekat dan mudah dipahami. Hal ini juga tercermin dalam isi bukunya yang komunikatif, ringan, tetapi tetap sarat makna.

Secara keseluruhan, buku ini cocok bagi siapa saja yang sedang berjuang memperbaiki diri, menghadapi kegagalan, atau membutuhkan dorongan untuk tetap kuat dalam menghadapi tekanan hidup.

Dengan pendekatan yang realistis dan inspiratif, pembaca tidak hanya diajak untuk bermimpi tentang kesuksesan, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi proses sulit yang menyertainya.

Buku ini termasuk dalam genre pengembangan diri (self-improvement) dengan pendekatan reflektif dan motivasional. Tema utamanya berpusat pada pengendalian diri dalam menghadapi pujian maupun hinaan, serta bagaimana menjaga kestabilan emosi dan mental.

Isu yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana banyak orang mudah terpengaruh oleh validasi eksternal, baik berupa sanjungan maupun kritik. Buku ini mengingatkan bahwa keduanya bisa menjadi jebakan jika tidak disikapi dengan bijak.

Kesan yang membekas usai membaca buku ini, bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh suara di luar, melainkan oleh bagaimana kita mengenal dan menjaga diri sendiri.

Identitas Buku

Judul: Dipuji Jangan Terbang, Dihina Jangan Tumbang

Penulis: Brilionaire

Penerbit: Kawah Media

Cetakan: I, April 2022

Tebal: 204 halaman

ISBN: 978-602-220-440-4

Genre: Pengembangan Diri