John Herdman mampu menyelesaikan tantangan perdananya bersama Timnas Indonesia dengan cukup apik.
Melakoni laga debutnya bersama Pasukan Garuda di ajang FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis pada Jumat (27/3/2026), eks pelatih Timnas Kanada tersebut berhasil mengantarkan anak asuhnya membabat tim tamu.
Tak tanggung-tanggung, gelontoran empat gol tanpa balas melalui Beckham Putra, Ole Romeny dan Mauro Zijlstra, membuat pertandingan perdananya itu berakhir dengan manis.
Selain menghasilkan tiket partai final FIFA Series dan membawa anak asuhnya menantang Bulgaria, kemenangan Timnas Indonesia atas tim yang berasal dari zona CONCACAF tersebut juga seolah memberi bukti awal jika John Herdman memiliki kualitas melatih yang lebih baik ketimbang sang pendahulu, Patrick Kluivert.
Bukan hanya terkait dengan hasil berbeda yang direngkuh oleh kedua pelatih di laga debut mereka, di mana Herdman meraih kemenangan sementara Kluivert menelan kekalahan telak, namun kualitas yang membedakan pelatih asal Inggris dengan pendahulunya tersebut juga dapat dilihat dari hasil kerja sang pelatih di lapangan.
Memang harus kita akui, jika kita membandingkan hasil laga debut Herdman dengan Kluivert untuk menilai kualitas melatih kedua nakhoda ini, kita tidak akan fair karena lawan yang dihadapi tidaklah setara.
Bagaimanapun, Australia yang membabat Indonesia dengan skor 1-5 di partai debut Kluivert, merupakan tim yang dari segi apa pun jauh lebih berkualitas daripada Saint Kitts and Nevis.
Namun, kembali lagi, pembuktian kualitas yang membedakan Herdman dengan Kluivert, terletak di permainan sang anak asuh yang menurut analisa saya pribadi jauh lebih baik serta lebih meyakinkan daripada saat Timnas dilatih oleh Kluivert.
Entah ini bersifat subyektif atau tidak, dari delapan pertandingan yang telah dijalani oleh Timnas Indonesia di bawah kendali Kluivert, saya sama sekali belum menemukan adanya "kemantapan" dari permainan yang diperagakan oleh Jay Idzes dan kolega.
Bahkan jika saya tak berlebihan, kemenangan Indonesia atas Tiongkok dan Bahrain di ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 lalu, lebih dikarenakan kualitas pemain yang dimiliki oleh Indonesia, bukan karena kualitas permainan yang dikembangkan oleh Kluivert dan tim kepelatihannya.
Hal ini berbeda dengan apa yang saya lihat ketika menyaksikan pertarungan antara Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis kemarin.
Terlepas dari lawan yang dapat dikatakan relatif tak seimbang, namun dari segi pergerakan pemain, kemudian dari pola permainan yang dikembangkan, penempatan posisi hingga visi dan kreasi yang ditunjukkan oleh para pemain di lapangan, benar-benar membuat saya kembali memiliki keyakinan tim ini akan berkembang jauh setelah sebelumnya sempat pupus pasca dilengserkannya Shin Tae-yong di awal tahun 2025 lalu.
Sekali lagi, harus kita akui, dari pertandingan pertama yang telah dijalani oleh John Herdman bersama Timnas Indonesia, kemampuan melatih eks pelatih Selandia Baru ini terbilang lebih "berisi" ketimbang Kluivert yang cenderung "kosong".
Dan lebih menyalanya lagi adalah, Herdman mampu membuktikan skill melatihnya yang lebih baik ketimbang Kluivert itu tanpa harus ada branding berlebihan dari pihak federasi ataupun para pengurusnya.
Di mana kita ketahui, semenjak diperkenalkan pada bulan Januari 2026 lalu, eksposure dan pemberitaan tentang dirinya terbilang sangat sepi dan tak seramai ketika era Kluivert dulu.
Jika dibandingkan dengan pelatih sebelumnya, nama Herdman jarang sekali muncul dan disebut dalam siniar-siniar yang diinisiasi atau dihadiri oleh pengurus PSSI, apalagi sampai diunggah di Instagram dan diberi takarir "Tim Kepelatihan Terbaik" dari seseorang yang belum memiliki andil nyata bagi kemajuan persepakbolaan negeri ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
Terkini
-
Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas
-
Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog
-
Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award
-
5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih
-
Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?