Pelatih kepala timnas Indonesia, John Herdman, telah memutuskan nama-nama final yang bakal diboyongnya untuk gelaran FIFA Series 2026. Dari 24 nama yang terpilih, eks pelatih timnas Kanada tersebut terkesan pelit dalam memberikan alokasi tempat untuk para pemain tengah dalam tim.
Dalam rilisan resmi PSSI, hanya ada lima pemain tengah yang dipilih oleh Herdman, di mana hanya dua di antaranya, yakni Ivar Jenner dan Joey Pelupessy saja, berposisi asli di sektor ini. Selebihnya, tiga nama lainnya seperti Calvin Verdonk, Eliano Reijnders, dan Jordi Amat, adalah pemain versatile yang bukan berposisi asli sebagai gelandang.
Jika kita melihat pada pemilihan pemain kali ini, John Herdman sama sekali tidak memasukkan pemain tengah yang bertipikal sebagai gelandang serang. Dua pemain tengah yang ada semuanya bertipikal sebagai stabilisator lapangan tengah permainan dan penjaga kedalaman, alih-alih sebagai rotor serangan.
Sehingga, akan cukup menarik untuk menebak formasi apa yang akan diturunkan oleh John Herdman nanti, mengingat dirinya tidak memiliki amunisi pemain dengan gaya bermain menyerang di sektor tengah timnya.
Dalam kacamata pribadi saya, pemilihan lima pemain tengah dari John Herdman ini sendiri cukup memberikan kesan unik.
Karena dalam pandangan saya, di ajang FIFA Series nanti, Herdman kemungkinan besar tidak akan memaksa barisan tengah tim besutannya untuk menjadi dapur pacu serangan, dan justru akan memplot mereka sebagai penahan serangan lawan.
Jika hal itu terjadi, maka akan sangat mungkin eks pelatih Selandia Baru itu akan menurunkan formasi yang berbasis pada penghindaran peran lapangan tengah sebagai kreator serangan, dan lebih menugaskan mereka untuk menjaga kestabilan permainan.
Ada dua formasi yang berpotensi untuk dimainkan oleh Herdman di FIFA Series nanti, mengingat komposisi lini tengah skuadnya yang minim pemain kreatif.
4-4-2 Double Six
Formasi ini memang menempatkan empat pemain di lini tengah tim, namun peran yang diemban oleh empat pemain ini bukanlah sebagai kreator serangan.
Pada formasi 4-4-2 double six, dua gelandang yang beroperasi di sektor tengah akan lebih berperan sebagai penjegal serangan lawan, penyaring, dan penjaga kedalaman.
Dengan peran dua gelandang sentral yang terkesan lebih ke dalam, pola serangan dalam permainan ini menitikberatkan pada kecepatan dan kekompakan para pemainnya.
Bahkan, dalam formasi ini, berdasarkan informasi dari laman FourFourTwo, dua penyerang yang dimainkan dalam pertarungan bisa melakukan penetrasi ke pihak lawan tanpa harus menunggu dukungan dari para gelandangnya.
Hal ini cukup masuk akal, mengingat Joey Pelupessy maupun Ivar Jenner adalah tipe gelandang yang lebih fasih jika dimainkan dalam skema bermain yang lebih "dalam" di tim, ketimbang diplot untuk membantu proses penyerangan sampai di sekitaran kotak penalti lawan.
4-2-3-1
Formasi kedua yang bisa saja dimainkan oleh John Herdman di FIFA Series nanti adalah 4-2-3-1. Dengan komposisi gelandang miliknya saat ini yang cenderung lebih kuat dalam bertahan, posisi dua gelandang dalam formasi ini akan berorientasi untuk melakukan cover lini pertahanan.
Sementara itu, tiga pemain tengah yang berada di depan duo gelandang ini bisa diisi dengan pemain yang memiliki tipikal lebih menyerang, yang mana bisa saja diamanatkan kepada Eliano Reijnders, Yakob Sayuri, Ragnar Oratmangoen, atau Beckham Putra Nugraha untuk menjadi pembantu striker tunggal dalam skema permainan ini.
Dalam formasi 4-2-3-1 ini, dua pemain gelandang murni Indonesia yang masuk dalam daftar skuad final seperti Ivar Jenner dan Joey Pelupessy memiliki tugas yang relatif mirip dengan skema 4-4-2 double six, yang mana mereka lebih mengedepankan kestabilan permainan dan mencegah kebocoran sistem pertahanan dari penetrasi lawan.
Sejatinya, selain dua formasi yang telah saya sebutkan ini, John Herdman bisa pula menerapkan skema bermain tanpa gelandang serang dalam bentuk 3-5-2 di mana lima gelandangnya terbagi dalam dua lini, yakni dua gelandang untuk bertahan dan tiga gelandang untuk menyerang yang diisi dengan para penyerang, dan formasi-formasi sejenis 3-4-3.
Namun, jika melihat track record Herdman saat menangani timnas Kanada, menurut saya pribadi, dua formasi yang telah saya bahas ini memiliki potensi yang lebih besar untuk diturunkan oleh Herdman dibandingkan dengan formasi-formasi lainnya.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Profil Bule Australia yang Disangka Luke Vickery di Latihan Timnas Indonesia, Siapa Dia?
-
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Bakal 'Dihukum' Jika Gagal Antisipasi Senjata Saint Kitts and Nevis Ini
-
Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?
-
Masih Banyak Pemain Timnas Indonesia Belum Gabung TC, Respons John Herdman Jadi Sorotan
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
BabyMonster Ekspresikan Kebebasan Diri Tanpa Batas di Lagu Terbaru, Choom
-
Mengalah Atas Nama Cinta
-
Anti-Apek! 4 Parfum Lokal Citrus Cocok untuk Aktivitas Outdoor Akhir Pekan
-
Jangan Biarkan 'Homeless Media' Jadi Humas Pemerintah: Mengapa Independensi Itu Harga Mati
-
Donasi Buku dan Ilusi Pemerataan Pengetahuan