Candra Kartiko | M. Fuad S. T.
Pelatih Timnas Indonesia senior, Shin Tae Yong (pssi.org)
M. Fuad S. T.

Beberapa hari belakangan, para pencinta Timnas Indonesia mendapatkan sebuah kejutan yang cukup berarti dari PSSI. Tak ada angin tak ada hujan, induk sepak bola Indonesia tersebut memecah porsi kepelatihan di tubuh Timnas Indonesia U-23 kepada dua pelatih, Shin Tae Yong dan Indra Sjafrie.

Disadur dari laman suara.com (5/7/2023) Shin Tae Yong yang sejatinya merupakan pelatih Timnas Indonesia senior, mendapatkan tugas untuk mengawal skuat U-23 untuk ajang Piala AFF U-23 dan Kualifikasi Piala Asia U-23. Sementara Indra Sjafrie yang merupakan pelatih utama di kelompok umur 23 tahun, mendapatkan bagian untuk menangani skuat Asian Games dan Timnas U-20.

BACA JUGA: Berbeda dengan Ivar Jenner, Harga Rafael Struick Tak Alami Lonjakan Berarti

Tentu hal ini akan menarik untuk dibahas, perihal alasan Shin Tae Yong yang tiba-tiba saja berkenan dan mau mengambil alih beberapa event yang akan dijalani oleh skuat Garuda Muda. Kemungkinan terbesar selain ingin menjawab rasa penasaran karena masih saja gagal sukses di kelompok umur adalah, kegemaran dari coach Shin Tae Yong yang lebih senang mencari pemain baru untuk memperkuat skema permainan di Timnas senior yang saat ini dipegangnya.

Iya, dengan berkecimpung di Timnas U-23 coach Shin Tae Yong memiliki kesempatan yang sangat luas untuk mengutak-atik skuat dengan pemain yang dia temukan. Hal ini tentu sejalan dengan program pengembangan skuat senior yang selama ini dijalankannya, di mana pelatih asal Korea Selatan tersebut lebih suka menggunakan pemain-pemain muda yang memiliki potensi untuk mengisi line-up tim yang dibangunnya.

BACA JUGA: Jadwal Lengkap BRI Liga 1 Pekan Kedua, Bigmatch Persib VS Arema!

Dengan menangani skuat U-23, pelatih yang menjadi nakhoda Timnas Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018 Rusia tersebut akan bebas memantau bakat-bakat terpendam dari para pemain muda yang ada di negeri ini. Bukan tak mungkin nantinya dirinya akan kembali menemukan pemain berlian yang kedepannya bisa diorbitkan ke jenjang senior jika sesuai dengan pola permainan yang dikembangkannya.

Kita pasti masih ingat, sebagian besar pemain yang kini menghuni skuat Timnas Senior, merupakan para pemain "temuan" coach Shin Tae Yong saat menangani timnas kelompok umur beberapa waktu sebelumnya. Nama-nama seperti Pratama Arhan, Alfeandra Dewangga, Ferrari, Sulthan Zaky adalah segelintir pemuda yang diorbitkan oleh sang pelatih ke skuat utama meskipun nama-nama mereka saat itu masih asing di telinga pencinta sepak bola nasional.

Jika rencana tersebut berjalan lancar, bukan suatu hal yang mustahil bukan, Timnas Indonesia nanti akan kembali diwarnai dengan nama-nama baru? Kita tunggu bersama!

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS