Sebuah kabar buruk berhembus dari pemain andalan Timnas Malaysia, Kogileswaran Raj. Pemain yang dikenal dengan sebutan Rembatan Kogi tersebut pada akhirnya harus berpisah dengan klub Liga 2 Korea Selatan, Cheongju FC.
Minimnya menit bermain dan tak mampunya Kogi bersaing dengan para pemain lain yang ada dalam skuat, membuat pihak manajemen akhirnya melepas pemain berusia 24 tahun tersebut dari tim. Padahal, jika menilik waktu bergabung, Kogi baru saja membersamai Cheongju sekitar enam bulan saja.
Disadur dari laman transfermarkt, selama kurang lebih enam bulan berada di skuat Cheongju, pemain kelahiran 21 September 1998 tersebut hanya mendapatkan kesempatan bermain satu kali saja. Selama enam bulan tersebut, Kogi hanya bermain selama 61 menit ketika Cheongju berhadapan dengan klus kasta keempat Liga Korea Selatan, Seoul Jungnang. Setelahnya, tak ada lagi menit bermain bagi pemain yang mencetak gol ke gawang Indonesia di pentas Piala AFF 2020 lalu itu.
Catatan yang dimiliki Kogi di Liga 2 Korea Selatan itu sangat berbanding terbalik dengan talenta Indonesia yang juga bermain di sana, Asnawi Mangkualam Bahar. Semenjak hijrah ke Liga Korea dan bermain untuk Ansan Greeners, Asnawi Mangkualam Bahar sukses menembus skuat utama dan berperan penting dalam tim.
BACA JUGA: Timnas Indonesia Dirumorkan Melawan Jerman di FIFA Match Day, Seberapa Pentingkah Laga Tersebut?
Dari laman transfermarkt, Asnawi yang hijrah ke Liga Korea pada tahun 2021 itu telah memainkan 42 laga bersama Ansan Greeners dan menyumbangkan 2 gol serta 3 assist. Penampilan memikat dari Asnawi tersebut pada akhirnya membuat rival Ansan di Liga 2 Korea Selatan, Jeonnam Dragons kepincut dan mendatangkan pemain asal Makassar tersebut di awal tahun 2023 ini.
Dan sama halnya dengan ketika berada di Ansan, Asnawi kembali mendapatkan banyak kepercayaan di tim barunya. Hingga saat ini, mantan pemain PSM Makassar tersebut telah memainkan 15 laga dan menyumbangkan 2 assist bagi Jeonnam.
Capaian seorang Asnawi itu secara jelas tentu saja sangat berbanding terbalik dengan yang dialami oleh Kogi. Bermain di kompetisi yang memiliki level lebih tinggi dari di dalam negerinya masing-masing, tentu dibutuhkan upaya yang jauh lebih keras untuk bisa sukses, dan seharusnya Kogi mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Asnawi Mangkualam di Liga Korea Selatan.
Semoga saja kedua pemain bisa saling bertemu saat membela negaranya masing-masing, sehingga kita bisa melihat reuni dua pemain yang pernah berkiprah di Liga Korea Selatan, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
Artikel Terkait
-
Punya Pengalaman Lawan Arsenal dan Inter Milan, Nabil Asyura Tak Takut Hadapi Pemain Eropa di Piala Dunia U-17 2023
-
Timnas Indonesia Dirumorkan Melawan Jerman di FIFA Match Day, Seberapa Pentingkah Laga Tersebut?
-
Nabil Asyura Beberkan Persaingan Ketat Dalam Seleksi Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023
Hobi
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
-
Gucci Resmi Masuk Formula 1! Brand Fashion Mewah Kini Ramaikan Dunia Balap
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
Terkini
-
Aksi Kriminal Cerdas ala Money Heist dalam Prekuel Terbaru Serial Berlin!
-
Grotesqqque, Film Omnibus Anime Orisinal CloverWorks Umumkan 14 Pemeran
-
Anime Kaiju No. 8: Narumi's Week at Work Umumkan Tayang Musim Gugur 2026
-
Gara-gara Bastian Steel, Kita Sadar Gombalan Bocah 2010-an Itu Sangat Genius
-
Sains di Balik Jatuh Cinta: Kenapa Otak Kita Mendadak Jadi "Gila"?