Pemain muda PSIS Semarang, Gali Freitas dinyatakan telah resmi keluar dari PSIS Semarang usai laga kontra Bali United pada Sabtu (02/09/2023) kemarin. Pelepasan Gali Freitas itu pun ternyata secara langsung diumumkan di laman resmi klub.
Melalui siaran resmi klub tersebut, disebutkan hengkangnya Gali Freitas dari PSIS Semarang lantara ia mendapatkan panggilan Timnas negaranya untuk berlaga dalam FIFA Matchday. Rencananya, Timor Leste dijadwalkan akan melawan Kuwait, Irak dan Makau pada 7-12 September mendatang.
Atas dasar pemanggilan itulah, sehingga membuat CEO Yoyok Sukawi dengan sukarela melepas Gali. Menurut jadwal, Gali akan kembali ke Indonesia setelah laga terakhir pada 12 September mendatang.
BACA JUGA: Sibuk Banget, Shin Tae Yong Sampai Belum Ketemu Skuad Garuda Muda untuk Kualifikasi Piala Asia U-23
“Gali akan berangkat setelah melawan Bali United dan setelah pertandingan terakhir di Kuwait tanggal 12 segera pulang ke Indonesia untuk bergabung bersama tim hadapi Persis Solo. Selamat berjuang Gali untuk Timor Leste,” ujar Yoyok Sukawi.
Di lain pihak, justru para penggemar PSIS Semarang yang melepas Gali dilanda dengan suka cita. Pasalnya, pada laga terakhir melawan Bali United, pemain asal Timor Leste itu ternyata mampu menampilkan performa yang terbaik dan gemilang. Hal itu dibuktikan dengan kemampuannya dalam membuahkan gol untuk PSIS Semarang di menit ke-50.
Berkat gol Gali itu, lantaran membuat PSIS Semarang akhirnya mengoleksi poin penuh karena menang kontra Bali United dengan skor 2-1.
Gemilangnya performa Gali yang telah ia tampilkan tampaknya mencuri perhatian sejumlah pecinta sepakbola Indonesia. Salah satunya adalah penggemar Borneo FC. Pada laman Instagram pribadi Gali, bahkan ada yang menyebut jika pemain yang masih berusia 18 tahun itu akan bergabung dengan Borneo FC di musim mendatang.
“Gali to @borneofc.id musim depan,” harap @irsyad_sanubari.
BACA JUGA: Banyak Pemain Cedera, Berikut Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA Matchday
Bukan hanya itu, beberapa penggemar sepak bola Indonesia bahkan berharap Gali bisa pindah kewarganegaraan jadi WNI (Warga Negara Indonesia).
“Pindah WNI ae,” tutur @harryhaart17 di kolom komentar postingan @forzapsis1932.
Soal Gali Freitas yang akan digadang-gadang agar bergabung dengan Borneo FC, tentu belum ada kejelasan yang pasti. Tapi, itu memungkinkan bisa saja terjadi.
Yang pastinya setelah Gali Freitas keluar dari PSIS Semarang tentu dirinya berlabuh lagi ke klub yang sesuai dengan dirinya. Apalagi Gali ini merupakan bibit dan pemain mudah yang bisa dibilang kariernya masih panjang.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung
-
Judi Online: Hiburan Murah yang Membuat Hidup Jadi Mahal
-
Bekerja Tanpa Karier: Ketika Naik Jabatan Tak Lagi Menggoda
-
Healing ke Mana-mana, Pulang-pulang Tetap Ingin Resign
-
Kerja Sosial: Saat Negara Mulai Kapok Memenjarakan Semua Orang
Artikel Terkait
-
Banyak Pemain Cedera, Berikut Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA Matchday
-
Tak Singgung Skill Apik, Begini Syarat yang Diberikan Shin Tae-yong Agar Pemain Dapat Panggilan Timnas Indonesia
-
5 Pemain Timnas Turkmenistan yang Perlu Diwaspadai Timnas Indonesia
-
Blak-blakan Sandy Walsh di Timnas Indonesia vs Turkmenistan, Bakal Jadi Debut Terbaik Jebolan Liga Eropa?
-
Siapa Kiper Utama Timnas Indonesia Lawan Turkmenistan? Belum Tentu Nadeo Argawinata, Bisa Jadi Sosok Ini
Hobi
-
FIFA Series 2026 Berlangsung di SUGBK, Timnas Indonesia Banjir Dukungan?
-
PSSI Sebut Tak Proses Naturalisasi Baru, Bagaimana Peluang di FIFA Series?
-
Regulasi Asian Games 2026 serta Kekecewaan Besar yang Mengintai Penggawa Garuda dan para Suporter
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
Timnas Indonesia, Asian Games 2026 dan Blunder Pemangku Kebijakan yang Terus Meminta Tumbal
Terkini
-
Mengapa Gen Z Indonesia Tak Lagi Mengejar Jabatan Tinggi?
-
Mengapa Kenaikan Upah Tak Selalu Berarti Kesejahteraan?
-
Update Netizen Awards: Kim Seon Ho Melejit ke Posisi Atas!
-
Film Human Resource: Kritik Tajam terhadap Kapitalisme Asia
-
Relawan Pesta Adat: Jerih Lelah yang Tidak Dibayar Demi Martabat Keluarga