Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberi sanjungan terhadap kiper Nadeo Argawinata yang sempat blunder dalam laga kontra Turkmenistan di FIFA Maatchday, Jumat (8/9) malam. Keputusannya memilih Nadeo sebagai penjaga gawang skuad Garuda cukup tepat.
Sang kiper melakukan lima penyelamatan untuk membantu Timnas Indonesia menang 2-0 atas Turkmenistan. Walau mencatatkan cleansheet atau nirbobol, Nadeo tak lepas dari kesalahan.
Ia membuat blunder fatal yang nyaris membuat gawang Indonesia kebobolan pada menit ke-66. Berawal dari back pass yang diberikan Jordi Amat.
Nadeo lalu melakukan sapuan namun bola malah mengarah ke pemain Turkmenistan di kotak penalti Indonesia. Jika Jordi Amat tidak sigap menggagalkan peluang itu, kemungkinan pemain Turkmenistan bisa melepaskan tembakan berbuah gol.
Shin Tae-yong enggan menyalahkan keblunderan Nadeo Argawinata tersebut. Ia memuji sang kiper yang sudah banyak melakukan penyelamata brilian dalam laga ini.
BACA JUGA: Awalnya Diragukan, Laga Kontra Turkmenistan Menjadi Pembuktian Dendy Sulistyawan
"Jujur kiper di timnas kondisinya tidak semua seratus persen. Karena Sahrul ada cedera di jari dan Nadeo juga ada cedera di bagian perut bawah, mereka kondisi belum 100 persen," ungkap Shin Tae-yong pasca laga.
"Tapi hari ini banyak penyelamatan Nadeo, jadi kita tetap dipuji sama penampilan Nadeo. Walaupun Nadeo ada kesalahan tapi dia yang menutupi kesalahannya," imbuhnya.
Di sisi lain, laga ini menandai kembalinya Nadeo Argawinata ke Timnas Indonesia. Sebelumnya, ia ditepikan Shin Taae-yong usai tak dipanggil untuk FIFA Matchday kontra Palestina dan Argentina bulan Juni lalu.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Gentrifikasi Piring: Saat Makan Murah Menjadi Barang Mewah
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras