Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan rasa tak sabarnya menjelang Piala Dunia U-17 yang akan digelar di Indonesia dua bulan ke depan.
Melalui unggahannya di akun Instagramnya, Gianni Infantino ikut memuji keindahan negara Indonesia.
"Piala Dunia FIFA U-17 2023, yang akan diselenggarakan di negara indah Indonesia, tinggal dua bulan lagi dan saya sangat bersemangat untuk memulai turnamen ini!" tulis Gianni Infantino, dikutip pada Senin (11/09/2023).
Gianni Infantino lalu menyampaikan bahwa akan ada banyak ikon sepak bola dunia yang lahir dari turnamen tersebut.
Orang nomor satu di federasi sepak bola dunia itu juga membagikan foto ikon sepak bola, mulai dari Ronaldinho dari Brasil, Gianluigi Buffon dari Italia dan Phil Foden bersama Timnas Inggris U-17 yang menjuarai turnamen ini tahun 2017.
"Edisi sebelumnya dari acara ini telah menampilkan banyak pemain yang telah menjadi ikon permainan dan meraih penghargaan besar, termasuk memenangkan Piala Dunia FIFA," tulis Gianni Infantino.
"Ini adalah bukti bahwa panggung global yang disediakan oleh FIFA melalui berbagai turnamen remaja merupakan landasan sempurna bagi talenta-talenta muda," sambungnya.
Tak hanya itu saja, Gianni Infantino juga mendoakan dan mendukung Erick Thohir selaku Ketum PSSi dan elemen yang terlibat dalam melakukan koordinasi dengan baik kepada FIFA.
"Doa terbaik saya kepada Presiden Persatuan Sepakbola Indonesia Erick Thohir, tim PSSI, dan semua orang yang terlibat dalam menyelenggarakan turnamen fantastis yang akan menyaksikan para superstar masa depan melanjutkan perjalanan mereka di panggung ini!" pungkas Presiden FIFA itu.
Sebagai informasi, Piala Dunia U-17 akan berlangsung pada 10 November-2 Desember 2023 dan digelar di empat stadion.
Stadion yang digunakan adalah Jakarta Internasional Stadium (JIS) dengan kapasitas 82 ribu penonton, Stadion Bung Tomo Surabaya (50 ribu), Stadion Si Jalak Harupat Bandung (27 ribu) dan Stadion Manahan Solo (20 ribu).
Baca Juga
-
The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu
-
Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
Artikel Terkait
-
Presiden FIFA Bersemangat Menyambut Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia
-
PSSI Siap-siap Cari Ketum Baru, Erick Thohir Paling Potensial Jadi Cawapres Prabowo Subianto
-
Welber Jardim Resmi Miliki Paspor Indonesia, Siap Tampil di Piala Dunia U-17 2023
-
Link Beli Tiket Piala Dunia U-17 2023, Enggak Perlu Titip Calo!
-
PSSI Keranjingan Naturalisasi Bek, Ini Penjelasan Erick Thohir
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu
-
Ulasan Novel Mirai Karya Mamoru Hosoda: Belajar Memahami Arti Keluarga
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai