Perjuangan keras Timnas Indonesia U-24 yang berlaga di ajang Asian Games cabang sepak bola harus berakhir di fase 16 besar. Bertarung melawan tim kuat Uzbekistan, skuat Garuda Muda harus tertunduk dengan kekalahan 0-2 dari sang lawan.
Disadur dari laman hangzhou2022.cn, dua gol kemenangan tim asal Asia Tengah tersebut diciptakan melalui brace Sherzod Esanov pada menit ke 92 dan 120+1.
Namun demikian, meskipun menelan kekalahan dari Uzbekistan, sejatinya perjuangan skuat Garuda Muda di ajang Asian Games ini jauh lebih baik daripada tiga wakil Asia Tenggara lainnya. Sekadar informasi, pada ajang Asian Games kali ini, empat negara asal Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, Vietnam dan Myanmar ikut ambil bagian.
Namun, dari keempat negara tersebut, hanya Timnas Indonesia yang berhasil memberikan pencapaian terbaik, setidaknya dari segi perjuangan yang mereka lakukan. Hal tersebut bahkan masih lebih baik daripada capaian Vietnam ataupun Thailand yang selama ini digadang-gadang merupakan dua negara kekuatan utama persepakbolaan kawasan ini.
Indonesia yang harus mengakhiri perjuangan mereka melalui babak perpanjangan waktu, dinilai jauh lebih baik daripada Thailand yang turun gelanggang sehari sebelumnya. Match report laman hangzhou2022.cn menuliskan, Pasukan Gajah Perang Muda harus mengakhiri perjuangan mereka dengan skor 0-2 saat melawan Iran, hany sampai di waktu normal pertandingan saja.
BACA JUGA: Meski Kalah, Lini Serang Timnas U-24 Makin Hidup dengan Kedatangan Ramadhan Sananta
Sementara Myanmar yang turun setelah pertandingan Indonesia melawan Uzbekistan, mengalami nasib yang lebih tragis. Disadur dari laman deli.suara.com (29/9/2023), Myanmar yang berhadapan dengan Jepang harus rela dipermak dengan skor sangat telak, tujuh gol tanpa balas.
Namun, nasib kurang menguntungkan yang dialami oleh Thailand maupun Myanmar tersebut masih lebih baik daripada apa yang dialami oleh Vietnam. Mengusung optimisme tinggi karena di edisi sebelumnya mampu tampil apik, The Golden Dragons Squad justru harus terlempar dari persaingan.
Mereka yang babak belur di fase penyisihan grup, menjadi satu-satunya tim peringkat ketiga gelaran yang gagal lolos ke babak 16 besar di edisi Asian Games kali ini.
Jadi, jika melihat capaian negara-negara Asean lainnya yang harus kandas di waktu-waktu normal, terbantai oleh lawan bahkan tak lolos ke fase gugur, tentu kita harus tetap berbangga dengan apa yang telah dicapai oleh skuat Garuda Muda di ajang Asian Games 2022 kali ini bukan?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
-
Penolakan LCC Ulang oleh SMAN 1 Pontianak dan Versi Lite Pemberontakan Kaum Pintar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
LCC 4 Pilar MPR dan Relasi Kuasa yang Menjadi Penyakit Akut Pemilik Kewenangan di Indonesia
-
Kampanye Less Waste More Future dan Cara Yoursay Kirimkan Paket yang Bikin Saya Pengin Meniru
Artikel Terkait
Hobi
-
Dihantam Cedera dan Jatuh Berkali-kali, Marc Marquez: Saya Tidak Tertekan
-
Jadi Calon Juara Dunia, Jorge Martin Masih Waspadai Marc Marquez
-
Jadwal MotoGP Mugello 2026: Tuan Rumah Ducati Krisis Pembalap karena Cedera
-
Ducati Butuh Bantuan, Marc Marquez Minta Pensiun Tahun Depan?
-
Neymar is Back! Fans Brasil Pecah setelah Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026
Terkini
-
Senja dan Cinta yang Berdarah: Ketika Sastra Jadi Cara Melawan Pembungkaman
-
Mahoni: Lelaki yang Mengajakku Mencuri Jambu dan Berkeliling Naik Sepeda
-
Tahan dan Tenang, Nanti Datang Senang: Pelukan Hangat saat Hidup Berat
-
Plang Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Masihkah Jadi Solusi Efektif?
-
Tren Konten Unboxing Haul: Paket Cepat Datang, Sampah Tertinggal Lebih Lama