Perjalanan Timnas Indonesia U-24 di ajang Asian Games 2022 Hangzhou harus berakhir. Berhadapan dengan Uzbekistan di fase 16 besar, Ernando Ari Sutaryadi dan sang kompatriot harus menyerah dengan skor 0-2.
Dua gol yang mengakhiri perjuangan anak-anak asuh Indra Sjafri tersebut diciptakan oleh Sherzod Esanov. Uniknya, kedua gol kemenangan bagi Uzbekistan baru tercipta pada babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke 92 dan 120+1.
Kekalahan yang didapatkan dari Uzbekistan tersebut membuat Timnas Indonesia mencatatkan rekor hat-trick alias tiga kali berturut-turut kandas di fase ini. Sebelum edisi 2022 Hangzhou, Timnas Indonesia telah tercatat dua kali kandas di babak 16 besar pada Asian Games edisi 2014 di Korea Selatan dan 2018 di rumah sendiri.
Disadur dari laman flashscore, pada Asian Games edisi 2014, Indonesia yang lolos ke fase 16 besar setelah menjadi runner-up grup E di bawah Thailand harus berhadapan dengan Korea Utara. Sayangnya, perbedaan kekuatan yang dimiliki oleh kedua kesebelasan, membuat pertandingan harus berakhir dengan kemenangan telak Tim Merah semenanjung Korea tersebut dengan skor 4-1.
Satu gol yang diciptakan oleh Fandi Eko Utomo pada menit ke 60, tak mampu menyelamatkan Indonesia dari kekalahan. Gol Korea Utara pada saat itu tercatat dilesakkan oleh Pak Kwang Ryong di menit ke 19, Jo Kwang pada menit ke 40 dan brace pemain andalan mereka, Jong Il Gwan di menit ke 41 dan 66.
BACA JUGA: Meski Kalah, Lini Serang Timnas U-24 Makin Hidup dengan Kedatangan Ramadhan Sananta
Beralih di edisi 2018, Indonesia yang bertekad memperbaiki catatan, harus kembali terkapar di fase 16 besar. Indonesia yang berhasil menjadi pemuncak klasemen akhir grup A, pada babak 16 besar harus bertemu dengan Uni Emirat Arab.
Tertinggal dua kali melaluo hol penalti Zayed Al Ameri, anak asuh Luis Milla kala itu berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan melalui gol Beto pada menit ke 52 dan Stefano Lilipaly di menit 90+5.
Namun sayangnya, di adu tendangan penalti, Indonesia harus kandas dengan skor tipis 3-4. Kekalahan tersebut membuat Septian David Maulana dan kolega harus kembali terhenti langkahnya di babak 16 besar, sekaligus gagal dalam memperbaiki catatan pencapaian di edisi sebelumnya.
Dan pada Asian Games kali ini, Indonesia pun pada akhirnya kembali harus terhenti di babak 16 besar. Sebuah hasil yang seolah melengkapi catatan hat-trick 16 besar Timnas Indonesia di ajang Asian Games.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
Kangkangi Thailand di Final ASEAN Cup 2026, Kesuksesan Vietnam Buktikan Bobroknya Liga Indonesia
-
Tuntas Sudah 26 Tahun Menanti! Jonatan Christie Resmi Kuasai Peringkat 1 Dunia BWF
-
Kembali Ungkit STY, Mantan Mertua Pratama Arhan Kritik John Herdman!
-
Sikat Australia 3-0, Timnas Voli Putri Indonesia Tembus 8 Besar AVC Women's Continental 2026
-
Prediksi Al-Ettifaq vs Al-Nassr: Duel Tim Teratas, Akankah Ronaldo Main?
Terkini
-
Anime A Pen, Handcuffs, and a Common-Law Marriage Resmi Tayang Januari 2027
-
Cap Sombong Menyebar, Meghan Markle Kena 'Boikot' Calon ART di Kawasan Elite Montecito!
-
Lebih dari Konflik Istana, The King's Warden Soroti Mirisnya Pendidikan Era Joseon
-
Bukan Cuma Bikin Kaki Kesemutan, Ini Risiko Terlalu Lama Duduk di Toilet
-
Esai 1.000 Kata Wajib 10 Sumber: Ketika Kuantitas Membunuh Analisis Kritis