Timnas Indonesia senior akan kembali turun gelanggang di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran pertama. Berdasarkan undian yang telah dilaksanakan, skuat Garuda bakal berhadapan dengan sang tetangga, Brunei Darussalam dalam dua kali laga yang dijalankan pada tanggal 12 dan 17 Oktober 2023.
Menjelang pertarungan melawan Brunei Darussalam, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir ternyata memiliki sebuah perjanjian dengan sang pelatih timnas, Shin Tae Yong. Hal tersebut terlihat dari video unggahan akun TikTok resmi sang ketua umum, @erick.thohir.
Dalam potongan video tersebut, Erick menyatakan bahwa dirinya telah sepakat untuk tak meremehkan sang calon lawan.
"Kita serius mempersiapkan tim ini untuk Piala Asia dan juga Kualifikasi world cup," ujar Erick Thohir di hadapan para pemain dan staff pelatih.
"Dan kita harus benar-benar fokus, tinggal kita punya komitmen yang sama," imbuhnya.
"Jadi, besok (hari ini) lawan Brunei saya dan coach Shin sama-sama sepakat, jangan anggap remeh!"
"Jika kalian lengah, nanti kalian gak dapet jendelanya untuk November, Maret, Juni tahun depan, jadi kita benar-benar harus lakukan yang terbaik," tegas mantan presiden Inter Milan tersebut.
Secara garis besar, Erick Thohir dan STY sepakat bahwa para pemain pantang untuk menganggap remeh kekuatan sang calon lawan. Pasalnya, jika lengah, maka akan sangat mungkin Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk bisa kembali bersaing dalam memperebutkan jatah tiket ke Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sejatinya, hal tersebut sangat wajar untuk disampaikan oleh Erick Thohir. Karena selain perbedaan kualitas dan peringkat FIFA yang terpaut jauh, banyak pihak yang yakin laga ini bakal sepenuhnya menjadi milik Timnas Indonesia.
Sebuah hal yang tentunya patut untuk diwaspadai. Mengingat hal tersebut bisa saja membuat para pemain menjadi jumawa dan lengah sehingga bisa dimanfaatkan oleh Brunei Darussalam.
Terlebih, sejarah juga pernah mencatat Indonesia pernah pula dipermalukan oleh Brunei Darussalam. Disadur dari laman 11v11, dari 11 kali pertemuan yang telah dijalani, Indonesia pernah kandas di kaki Brunei Darussalam sebanyak 2 kali, dan 2 kali dipaksa bermain imbang. Selebihnya, 7 laga lainnya menjadi milik skuat Garuda.
Jadi, jangan lengah skuat Garuda! Jangan sampai Brunei Darussalam berhasil membalikkan segala prediksi dan rasa optimis yang kini menyelimuti.
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Pratama Arhan Akui Mental Pemain Timnas Indonesia Berkembang Pesat di Bawah Asuhan Shin Tae-yong
-
Misi "Rahasia" Timnas Indonesia Selain Hujani Gol ke Gawang Brunei Darussalam Diungkap Asnawi Mangkualam
-
Proses Naturalisasi Nathan Tjoe-A-On dan Jay Idzes Sampai Mana? Ini Kata Erick Thohir
-
Pratama Arhan Blak-blakan Perubahan Pemain Timnas Indonesia sejak Ditangani Shin Tae-yong
-
Tanpa Ivar dan Marceng, Ini Kolaborasi Lini Tengah yang Bisa Diturunkan Shin Tae Yong
Hobi
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
Terkini
-
Manusia Juga Bisa Rapuh: Belajar Menerima Diri dari Drama No Tail to Tell
-
Monster Sesungguhnya Adalah Trauma: Mengulas Sisi Gelap Film 'Badut Gendong'
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?
-
Jelang Perilisan, Tom Holland Ngaku Nunggu Hadirnya Spiderman Generasi Baru
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam