Leg kedua babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran pertama antara Timnas Indonesia melawan Brunei Darussalam kembali menjadi bukti ketajaman seorang Muhammad Ramadhan Sananta. Meskipun dimainkan sebagai pemain pengganti, penyerang yang kini membela Persis Solo tersebut kembali sukses menjaringkan sebiji gol yang melengkapi kemenangan setengah lusin gol atas sang lawan.
Pada pertandingan tersebut, Ramadhan Sananta mencetak gol indah pada menit ke 82. Mendapatkan umpan terobosan dari kedalaman wilayah permainan sendiri, Sananta yang beradu sprint dengan bek Brunei, berhasil mengejar bola dan melakukan tendangan chip untuk memperdayai kiper pengganti Brunei Darussalam, Ishyra Asmin Jabidi.
Sejatinya, terdapat sebuah keunikan dari gol yang dicetak oleh Sananta tersebut. Pasalnya, dari enam pertandingan yang telah dijalaninya bersama Timnas Indonesia senior, Sananta telah mencetak empat gol yang semuanya dia lesakkan ke gawang Brunei Darussalam.
Dari laman transfermarkt, penyerang kelahiran 27 November 2002 tersebut telah berhadapan sebanyak tiga kali dengan Timnas Brunei Darussalam. Dan dalam tiga pertandingan tersebut, Sananta sukses menjaringkan empat gol. Dengan kata lain, 100 persen gol yang dicetak oleh Sananta di level senior, dia ciptakan ke gawang The Bees.
Gol pertama Sananta ke gawang Brunei terjadi pada gelaran Piala AFF 2022 lalu. Di fase penyisihan grup, Sananta yang bermain selama 27 menit berhasil menjaringkan satu gol dalam pesta tujuh gol yang dijalani skuat Garuda.
Gol tersebut menjadi sangat spesial bagi Sananta, karena merupakan gol perdananya bersama Timnas Indonesia senior.
Gol kedua dan ketiga Sananta, dicetak di leg pertama babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada tanggal 12 Oktober 2023 lalu. Kembali bermain sebagai pemain pengganti, Sananta sukses menggenapi pesta enam gol Pasukan Merah Putih dengan dwigol yang dicetaknya pada menit 63 dan 67.
Dan terakhir, gol keempatnya untuk Timnas Indonesia senior, kembali dia sumbangkan saat Indonesia berhadapan dengan Brunei Darussalam, ketika dirinya kembali bermain sebagai pengganti di 29 menit terakhir permainan.
Jika melihat fakta-fakta tersebut, sepertinya Brunei Darussalam menjadi lawan paling favorit bagi seorang Ramadhan Sananta ya. Bagaimana tidak, dari tiga pertandingan yang telah dijalaninya kontra Brunei, Sananta sukses mencetak 4 gol ke gawang mereka.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Sangarnya Lini Belakang Timnas Indonesia di Piala Asia 2023: Diisi 6 Pemain Naturalisasi yang Mumpuni
-
Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik, Malaysia Beda Nasib Turun Disalip 3 Negara
-
3 Bintang Irak yang Berpotensi Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Jadi Perhatian Netizen, Ini Makna Selebrasi Bucin dari Witan Sulaeman
-
Jalani Debut Timnas Senior, Arkhan Fikri Harus Belajar Banyak dari Sananta
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Terapi Gratis Anti-Stres: Keajaiban Memeluk Pohon yang Jarang Disadari
-
Membaca, Memahami, dan Merefleksi: Seni Menjaga Fokus di Tengah Serbuan Gawai
-
BGN Siapkan Sistem Marketplace MBG: Kejar Pengadaan, Keracunan Terabaikan?
-
Manga Shojo In the Clear Moonlit Dusk Akan Tamat di Volume ke-12 pada 2027
-
Karnaval Pekalongan Jadi Sorotan, Budaya berkedok Ritual di Ruang Publik?