Meskipun banyak kalangan yang menilai permainan Timnas Indonesia mengalami progres yang positif semenjak berada di bawah kepelatihan coach Shin Tae Yong, namun ternyata banyak pengamat dan praktisi sepak bola nasional yang menanggapinya dengan negatif. Setidaknya tiga nama, yakni Tommy Welly, Akmal Marhali dan Yusuf Kurniawan selalu muncul ke permukaan dan memberikan statemen tak puas dengan pencapaian-pencapaian yang dilakukan oleh Shin Tae Yong bersama skuat Garuda.
Namun, berbeda pandangan dengan ketiganya, pengamat senior dunia persepakbolaan Indonesia, Kusnaeni justru memberikan respon yang sangat positif kepada perkembangan dunia sepak bola tanah air. Pengamat penuh pengalaman yang kerap dipanggil dengan nama Bung Kus tersebut bahkan tak segan untuk menunjukkan apresiasi positif dan rasa pedulinya terhadap capaian-capaian Pasukan Merah Putih.
Terbaru, pria yang kerap mengisi slot komentator di berbagai laga yang dijalani oleh Timnas Indonesia tersebut memberikan masukan yang berharga untuk coach Shin dan pasukannya di masa mendatang. Sepertimana informasi yang diunggah oleh akun TikTok CP yang menyadur informasi dari Comfort Product, Bung Kus memberikan masukan bagi Pasukan Garuda jelang laga perdana melawan Irak.
Menurut Bung Kus, sebelum laga pertama melawan Iraq di lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, pelatih asal Korea Selatan tersebut harusnya mengumpulkan sang anak asuh dan mengajaknya untuk melakukan uji coba.
"STY harus bisa mengumpulkan pemain dan uji coba. Jangan sampai datang langsung bertanding. Jadi pemain punya kesempatan seminggu sebelum tanding untuk uji coba," saran Kusnaeni.
Bahkan, pria yang kerap menjadi tandem bung Ahay Gunawan sebagai komentator tersebut juga memberikan masukan lain terkait hal tersebut.
"Klub dan PSSI harus bersinergi agar pemain bisa berkumpul minimal seminggu. Karena kita ketem dengan tim yang jarang bertemu, beda seperti ketemu dengan negara-negara Asia Tenggara," imbuhnya.
Apa yang disarankan oleh Bung Kus tersebut sejatinya ada benarnya pula. Karena jika dilihat dari chemistry para pemain, melakukan laga uji coba sebelum pertandingan sesungguhnya tentu sangatlah penting. Selain bisa meningkatkan pemahaman taktik dan strategi yang akan dimainkan, hal tersebut juga bisa meningkatkan kesepahaman para pemain Timnas Indonesia di lapangan.
Kira-kira, setuju atau tidak nih dengan saran bijak dari seorang Bung Kusnaeni?
Baca Juga
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Ironisme Skuat Final FIFA Series 2026: Saat Pemain Paling Menjanjikan Harus Ternafikan
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
Artikel Terkait
-
Witan Sulaeman Ungkap Lawan Impiannya, Segera Terwujud Bareng Timnas Indonesia
-
Pengamat Ungkap Shin Tae-yong Ketambahan 3 Amunisi Baru untuk Lawan Irak
-
Fantastis, Nilai Pasar 3 Pemain Keturunan yang Berpotensi Bela Timnas Indonesia di Babak 2 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Mulai Solid, Pelatih Irak Ikutan Panik
-
Rafael Struick Tak Dimainkan Shin Tae-yong saat Lawan Brunei Darussalam, ADO Den Haag Beri Respons Begini
Hobi
-
John Herdman, Timnas Indonesia, dan Formasi Laga Debutnya yang Amat Intimidatif
-
John Herdman Akui Uniknya Atmosfer GBK usai Debut bersama Timnas Indonesia
-
3 Tantangan yang akan Dihadapi Marc Marquez di MotoGP Amerika 2026
-
Jadwal F1 GP Jepang 2026: 3 Tim akan Tampil dengan Desain Mobil Istimewa
-
Resmi Diperkenalkan! Inilah Sosok Maple, Zavu, dan Clutch yang Akan Meriahkan Piala Dunia 2026
Terkini
-
Rilis Teaser Trailer, Serial Harry Potter Segera Tayang Natal 2026
-
Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global
-
Sound Horeg: Antara Kebisingan dan Hiburan
-
Bukan Sekadar Mobil Listrik: Xiaomi SU7 Ultra Jadi Monster Sirkuit dengan Rekor Gila
-
Ulasan Novel Dawuk, Melawan Prasangka dan Stigma Buruk di Masyarakat