Para pencinta timnas Indonesia pasti sudah tak asing dengan nama seorang Ricky Kambuaya. Meskipun tak terdengar di level Timnas Indonesia kelompok umur, namun kejelian seorang Shin Tae Yong dalam mencium bakat pemain yang satu ini membuat para pendukung Timnas Indonesia terkesima.
Bagaimana tidak, Ricky Kambuaya yang sebelumnya bukan siapa-siapa di pentas persepakbolaan Indonesia, kini menjadi salah satu pemain yang paling sering mendapatkan panggilan dari Shin Tae Yong, dan kerap menjadi andalan saat skuat Garuda menemukan kebuntuan dalam permainan.
BACA JUGA: Marselino Cedera Parah, Berikut Daftar Pemain Timnas Indonesia yang Absen Lawan Irak
Uniknya, pemain yang beroperasi di sektor gelandang tersebut ternyata hanya membawa cita-cita yang sederhana saat ingin bermain di skuat Tim Nasional. Menurut pengakuan dari pemain kelahiran 5 Mei 1996 tersebut, dirinya hanya ingin merasakan bermain satu tim bersama Evan Dimas, kapten Timnas Indonesia U-19 yang menjarai Piala AFF U-19 pada tahun 2013 lalu.
Hal tersebut diakui langsung oleh Ricky saat dirinya diwawancara oleh PSSI TV. Pemain kelahiran Sorong, Papua Barat tersebut menyatakan, keinginannya saat kecil hanya satu, yakni ingin bermain bersama Evan Dimas.
"Kita dulu kan nonton Evan Dimas main di Timnas U-19, sedang bagus-bagusnya, sedang top-topnya," aku Ricky Kambuaya.
"Kamu harus berjuang, supaya suatu saat melihat kau main bersama Evan Dimas," lanjut Ricky menirukan pesan dari keluarganya.
BACA JUGA: Kontrak Shin Tae Yong Hanya Diperpanjang Sampai Juni 2024, Sebuah Blunder dari PSSI?
Dan benar saja, berkat perjuangan keras Kambuaya, dirinya akhirnya berhasil masuk radar dari Shin Tae Yong. Tak hanya itu, semenjak mendapatkan panggilan perdananya ke Timnas Indonesia, Kambuaya bahkan seolah menjadi pelengkap puzzle permainan yang dikembangkan oleh sang pelatih, sehingga meskipun di lini tengah sering terjadi pergantian pemain yang dipanggil, nama Kambuaya seolah terslot rapi dan tak tersentuh di era kepelatihan Shin Tae Yong.
Tak hanya itu, jika pada awalnya Ricky berkeinginan untuk bisa bermain bersama Evan Dimas di Timnas Indonesia, saat ini dirinya justru menjadi suksesor dari sang idola yang juga bermain di lini tengah Indonesia. Ketika idolanya mengalami penurunan performa dan harus terlempar dari persaingan di tubuh Timnas, Kambuaya justru sukses mengunci satu slot posisi lini tengah skuat Garuda.
Semoga saja kaka Ricky tetap bermain konsisten dan menjadi andalan lini tengah Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan ya!
Baca Juga
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
Artikel Terkait
-
Stefano Lilipaly Cetak Hattrick, Dapatkan Kembali Panggilan Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia?
-
Main Penuh, Asnawi Mangkualam Bawa 10 Pemain Jeonnam Dragons Menang Telak 3-0
-
Mengenal 11 Pelatih Timnas di Asia Tenggara Per 2023, Didominasi Juruk Taktik Asing
-
Profil Seongnam FC, Klub Legendaris Korea Selatan yang Tunjuk Shin Tae-yong Jadi Komite Penasihat
-
Ngebut! Proses Naturalisasi Jay Idzes dan Nathan Tjoe-A-On Kabarnya Sudah di DPR, Berpotensi Tampil di Piala Asia 2023
Hobi
-
Piala Dunia 2026 Tanjung Verde vs Arab Saudi, Laga Panas Demi Tiket 32 Besar
-
Prediksi Laga Mesir vs Iran: Adu Taktik Tentukan Nasib Fase Grup
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Prediksi Uruguay vs Spanyol: Taktik Bielsa dan De la Fuente Demi Juara Grup
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
Terkini
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Punya Kulit Kering & Berjerawat? 4 Moisturizer Ini Aman Tanpa Bikin Pori Tersumbat
-
Bintang yang Mustahil Digapai
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu