Pada lanjutan laga di pekan ke-19 BRI Liga 1 musim 2023/2024, PSIS Semarang akan menjamu tamunya, Persita Tangerang di Stadion Jatidiri, Semarang. Laga yang dijadwalkan digelar pada Kamis (09/11/2023) tengah pekan ini akan menjadi laga yang cukup penting bagi kedua tim yang di pekan ke-18 kemarin sama-sama meraih hasil imbang.
PSIS Semarang tentunya akan menargetkan kemenangan guna merangsek ke posisi 4 besar klasemen sementara di musim ini. Sementara itu, Persita Tangerang juga pastinya akan menargetkan mencuri poin di markas PSIS Semarang agar terhindar dari zona degradasi. Persita Tangerang yang berada di peringkat ke-15 klasemen sementara hanya terpaut 2 poin dari Arema FC di posisi ke-16 yang merupakan batas atas dari zona degradasi musim ini.
Pelatih PSIS Semarang Minta Anak Asuhnya Fokus Raih 3 Poin
Melansir dari laman Liga Indonesia Baru (ligaindonesiabaru.com), PSIS Semarang pada laga pekan ke-18 kemarin harus puas bermain imbang dengan Bhayangkara Presisi FC dengan skor 1-1. Hasil imbang tersebut membuat PSIS Semarang kini berada di peringkat ke-5 klasemen sementara musim ini dengan 31 poin.
Posisi tersebut tentunya belum aman karena di peringkat ke-6 ada RANS Nusantara FC yang siap mengkudeta posisi ke-5 klasemen sementara sewaktu-waktu. Belum lagi RANS Nusantara FC hanya terpaut 1 poin saja dengan PSIS Semarang musim ini. RANS Nusantara FC sejauh ini mengoleksi 30 poin hingga pekan ke-18 kemarin.
Pelatih PSIS Semarang, Gilbert Agius berharap anak asuhnya dapat bermain fokus di laga kontra Persita Tangerang nanti. Pelatih berlisesni Pro UEFA tersebut tentunya akan menargetkan hasil kemenangan saat menghadapi Persita Tangerang. Apabila PSIS Semarang meraih kemenangan di laga nanti, kemungkinan besar skuad berjuluk “Laskar Mahesa Jenar” ini akan mampu mengkudeta Madura United di peringkat ke-4 dan Bali United di peringkat ke-3 yang kini mengoleksi 31 dan 33 poin di klasemen sementara.
Di sisi lain, Persita Tangerang tentunya akan berusaha mencuri poin di markas PSIS Semarang guna mengamankan posisi di papan bawah klasemen sementara. Melansir dari laman resmi klub Persita (persitafc.com), pelatih Persita, Divaldi Alves akan membenahi fokus anak asuhnya agar mampu bermain lebih baik lagi daripada laga pekan ke-18 kemarin saat menjamu Barito Putera.
“Kami mencoba menjaga pertandingan di babak pertama, Kita tahu Barito Putera adalah tim yang kuat dan pada babak kedua kita hilang fokus di menit terakhir. Berarti kita harus perbaiki itu, kita harus usaha lagi, kita harus bertarung lagi,” ujar Divaldo Alves seperti yang dikutip dari laman resmi klub Persita (persitafc.com).
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Hadapi Barito Putera, Persebaya Surabaya Bertekad Akhiri Puasa Kemenangan
-
PSSI Tak Larang Bendera Palestina Berkibar dalam Pertandingan Sepak Bola di Indonesia, Tapi...
-
Borneo FC Berada di Puncak Klasemen BRI Liga 1, Pieter Huistra Singgung Konsistensi
-
PSIS Semarang Lepas Salah Satu Beknya ke Klub Liga 1 Lainnya
-
Hadapi Persis Solo, PSS Sleman Mencoba Keluar dari Rentetan Hasil Buruk di Liga 1
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
Terkini
-
Review Film Cocktail 2: Racikan Ego, Kesetiaan, dan Badai Asmara di Sisilia
-
Kejutkan Publik! Anne Hathaway Pamer Baby Bump untuk Anak Ketiga
-
Tuhan, Aku Ingin Sembuh: Buku Healing Bernuansa Spiritual yang Menguatkan
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
-
Gaya Bahasa Jakselan di Kampus yang Bikin Logika Bahasa Baku Jadi Korban