Semakin derasnya gelombang para pemain berdarah Indonesia yang memilih untuk membela Timnas Indonesia ternyata tak melulu diterima dengan senang hati oleh seluruh kalangan. Para praktisi sepak bola nasional yang cenderung menginginkan pemain asli Indonesia untuk merepresentasikan Tim Nasional, tak segan-segan melontarkan komentarnya ke media.
Salah satu yang paling getol mengkritisi bergulirnya proses naturalisasi pemain-pemain berdarah Indonesia adalah Tommy Welly. Dalam berbagai kesempatan, pria yang akrab disapa dengan nama Bung Towel tersebut melontarkan kritik pedas yang tak jarang justru membuat pendengar kritikannya mengernyitkan dahi.
BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Kepelatihan, Indra Sjafri Ikuti Workshop FIFA di Jepang
Salah satu momen yang masih terekam jelas adalah ketika Bung Towel mengkritisi terkait kebijakan PSSI untuk menaturalisasi Nathan Tjoe-A-On. Sepertimana menyadur informasi yang diunggah oleh akun TikTok alammagelang pada 19 Oktober 2023 lalu, pria berkacamata itu memberikan pandangannya terkait naturalisasi pemain Swansea tersebut.
Dalam pandangannya, menaturalisasi Nathan merupakan hal yang tak diperlukan, mengingat banyaknya pemain yang berada di lini belakang Timnas Indonesia saat ini.
"Saya belum pernah melihat Nathan Tjoe-A-On main di Swansea karena belum main juga memang. Jadi saya nggak tahu kualitasnya gimana dan kalau dia posnya pemain belakang, apa nggak kebanyakan pemain belakang? Sementara pemain kita pun cukup baik," ujar Bung Towel kala itu.
BACA JUGA: 3 Kelebihan Timnas Indonesia di Mata Pelatih Timnas Vietnam, Kalian Sudah Tahu?
Tentu saja jika berkaca dari komentar Bung Towel, dirinya merasa bingung mengapa PSSI kembali menaturalisasi pemain yang berposisi sebagai pemain belakang. Namun Bung Towel lupa, bahwa salah satu kunci kestabilan dalam bermain sepak bola adalah kokohnya lini pertahanan.
Jika lini bertahan sebuah tim kokoh, maka pemain lain yang bertugas untuk melakukan penyerangan, konsentrasinya tak akan terpecah bukan? Namun jika sebaliknya yang terjadi, maka akan sangat mungkin penyerangan sebuah tim akan terganggu jika pemain-pemain yang bertugas untuk menyerang dipaksa untuk lebih sering membantu pertahanan.
Contoh paling nyata tentu saja ada di laga antara Indonesia melawan irak. Kala itu, sistem penyerangan yang dikembangkan Timnas Indonesia sama sekali tidak berkembang karena hampir seluruh pemain Garuda dipaksa untuk membantu pertahanan akibat gempuran dari para pemain tuan rumah.
Terlebih, jika stok pemain bertahan melimpah, coach STY kan juga bisa memilih pemain yang lebih siap untuk bertarung. Iya kan?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
Artikel Terkait
-
Siapa Ayah Ragnar Oratmangoen? Lahir di Belanda tapi Sempat Tidak Diakui, Ada Bintang di Paspornya
-
Bukan Korea Selatan, Agen Bawa Pratama Arhan Gabung Klub Eropa?
-
Media Malaysia Bongkar "Borok" Jordi Amat Jelang Piala Asia 2023, Salah Satunya Bikin Kecewa di Timnas Indonesia
-
Shayne Pattynama Digosipkan Bakal Satu Tim dengan Mantan Bintang Manchester United dan Liverpool di Klub Turki
-
Shin Tae-yong Bakal Pangkas Banyak Pemain untuk Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Pemilihan Akan Ketat!
Hobi
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
Terkini
-
Influencer Digital Hari Ini: Antara Pengaruh dan Tanggung Jawab
-
ATEEZ Raih Grand Prize, Intip Daftar Pemenang Seoul Music Awards ke-35
-
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
-
4 Headset Gaming Murah dengan Active Noise Cancellation, Mulai 300 Ribuan
-
Situasi Serba Salah: Antara Opang, Gojek, dan Hak Penumpang