Ajang Piala Asia 2023 tinggal sebulan lagi. Beberapa negara peserta telah lakukan persiapan pemain, termasuk timnas Indonesia. Namun hingga hari ini (19/12), Thailand belum melakukan apa pun.
Menurut soha.vn (19/12), Masatada Ishii belum bisa berbuat apa-apa. Urusan pertama berkaitan pemanggilan pemain, belum dapat dilakukan. Undangan yang dikirimkan ke klub, belum direspon sama sekali.
Hal ini jelas membuat pusing Matasada Ishii, pelatih baru timnas Thailand. Posisinya sebagai pengganti Mano Polking benar-benar terjepit. Sementara pendaftaran pemain ke AFC paling lambat tanggal 22 Desember.
Padahal Thailand sendiri sudah mengagendakan uji coba persiapan Piala Asia 2023 menghadapi Jepang. Laga uji coba tersebut akan digelar pada 1 Januari 2023. Namun karena Liga Thailand saat itu masih berlangsung, persoalan besar harus dihadapi Ishii. Terutama kepastian pemain yang akan diturunkan.
Perlu diketahui bahwa sebagian pemain timnas Thailand berasal dari Bangkok United dan Buriram United. Dan keduanya masih harus menyelesaikan rangkaian pertandingan di Liga Thailand hingga 6 Januari 2023, satu minggu sebelum Piala Asia 2023 digelar.
Permasalahan ini yang membuat Ishii khawatir Thailand tidak mampu bermain optimal di Piala Asia 2023. Sementara itu dalam Piala Asia 2023, Thailand akan satu grup dengan Arab Saudi, Kirgiztan, dan Oman. Grup yang boleh dibilang grup keras.
Belum lagi urusan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Tugas ini pun menjadi beban Ishii setelah pemecatan Mano Polking. Di ajang ini pun posisi Thailand tidak baik-baik saja. Maka lengkaplah 'penderitaan' Ishii sebagai pelatih baru Thailand.
Situasi berbeda dirasakan oleh Shin Tae-yong. Komitmen Erick Thohir terhadap ajang Piala Asia 2023 sangat kentara. Mulai dari penghentian kompetisi domestik, pelaksanaan pemusatan latihan di Turki selama 2 minggu, hingga mempercepat proses naturalisasi Justin Hubner.
Langkah ini jelas membuat iri para pesaing. Tidak hanya Thailand, Vietnam pun merasakan aroma ketakutan saat Justin Hubner selesai proses naturalisasinya. Sebab Vietnamlah yang akan berhadapan langsung dengan Indonesia baik di ajang Piala Asia 2023 maupun Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tak dapat dimungkiri terjadi aksi saling mengintip kekuatan antara Indonesia, Vietnam, dan Thailand. Satu keuntungan yang didapat salah satu negara, akan berarti ancaman bagi yang lain. Demikian pula sebaliknya, seperti yang terjadi pada timnas Thailand kali ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
Artikel Terkait
-
Pemain Brutal Vietnam Ini Mungkin Bisa Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, Hamstringnya Kemarin Robek
-
Shin Tae-yong Disindir Netizen: Pemain Boleh Datang dan Pergi, tapi Lord Dendy Tetap Abadi
-
Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen Resmi Gagal Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
-
Bukan Ragu, Ini Alasan Thailand Hanya Berani Kontrak 3 Bulan untuk Masatada Ishii
-
Profil Masatada Ishii, Pelatih Baru Timnas Thailand yang Gantikan Mano Polking
Hobi
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
Terkini
-
Kebrutalan Era Dinasti Joseon 1506 di Novel A Crane Among Wolves
-
Review Dear X: Senyum Manis Seorang Aktris dengan Sisi Gelap Mematikan
-
Review Novel Kami (Bukan) Fakir Asmara: Tutorial Jadi Badut Hubungan yang Tetap Elegan
-
Ulasan Novel Kerumunan Terakhir, Pudarnya Batas Realitas Kehidupan
-
Nostalgia Orde Baru: Mengenang Masa Ketika TVRI Jadi Satu-Satunya Jendela Piala Dunia