Pemain keturunan Indonesia yang kini membela SC Heerenveen, Thom Haye bakal segera melakoni perpindahan kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia. Meskipun hingga saat ini sang pemain masih belum menyelesaikan proses naturalisasinya, namun pemain berusia 28 tahun tersebut dipastikan akan menjadi bagian dari Timnas Indonesia pada tahun 2024 ini.
Mendapati sang anak asuh bakal berpindah kewarganegaraan, pelatih SC Heerenven, Kees van Wonderen akhirnya angkat bicara. Menurut pelatih berusia 58 tahun tersebut, keputusan Thom Haye untuk merapat ke skuat Garuda merupakan sebuah keputusan yang berani.
Namun demikian, sosok yang telah mendampingin SC Heerenveen semenjak tahun 2022 tersebut menyatakan tak akan memberikan banyak komentar terkait dengan keputusan anak asuhnya tersebut.
"Thom akan menanggalkan paspor Belanda-nya demi Indonesia. Itu adalah sebuah keputusan yang sangat menarik dan berani. Tapi saya tak mau memberikan banyak komentar dan semoga Thom Haye sukses bersama Indonesia," ujar Kees van Wonderen, dikutip dari akun TikTok @timnas_update pada Senin (01/01/2024).
Di mata sang pelatih, keputusan gelandang berusia 28 tahun itu untuk berpindah federasi dan kewarganegaraan merupakan sebuah hal yang sangat berani. Pasalnya, dengan menanggalkan paspor Belanda yang dimilikinya, Thom Haye juga otomatis akan kehilangan status sebagai pemain Uni Eropa, yang mana juga akan mempengaruhi statusnya di persepakbolaan benua biru.
Dengan memegang paspor Indonesia, Thom Haye nantinya akan berstatus sebagai pemain non Uni Eropa, sehingga akan mempengaruhi pula perhitungan klub terhadap para pemain yang mereka proyeksikan untuk pembangunan skuat.
Beruntungnya, berdasarkan lansiran laman globalsoccertransfers.com, hingga saat ini tak ada pembatasan pemain non-EU yang bermain di Eredivisie, sehingga posisi Thom Haye relatif aman jika tetap bermain di Liga Belanda.
Namun kebijakan yang berbeda akan dihadapi oleh Thom, ketika dirinya hijrah dari kompetisi negeri Kincir Angin tersebut. Pasalnya kompetisi negara-negara lainnya seperti Spanyol, Prancis, Inggris, Austria, Portugal, Jerman, Yunani, dan beberapa negara lainnya, menerapkan pembatasan jumlah pemain non Uni Eropa dalam setiap klub yang berlaga di kompetisi mereka.
Ternyata Thom Haye benar-benar berani ya dengan keputusannya untuk berpindah kewarganegaraan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
AFC Sorot Prestasi Shin Tae-yong Jelang Pimpin Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
-
Main Quick-Questions, Jawaban Bung Towel Semakin Tegaskan Dirinya di Kubu Local Pride
-
Timnas Indonesia Terbanyak! Berikut Jadwal Uji Coba Tim-Tim ASEAN Jelang Piala Asia 2023
-
Adiba Khanza Berani Bucin ke Egy Maulana Vikri di Publik, Netizen: Lucunya
-
Jadwal Timnas Indonesia Januari 2024: 3 Uji Coba, Here We Go Piala Asia 2023!
Hobi
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
Terkini
-
Menenun Kembali Persahabatan di Ujung Cakrawala Aldebaran
-
Resep Ketenangan di Pojok Kopi Dusun: Saat Modernitas Bertemu Tradisi di Kawasan Candi Muaro Jambi
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Quiet Quitting atau Self-Respect? Cara Gen Z Memandang Dunia Kerja Modern
-
Aku Punya Kendala Allah Punya Kendali: Sebuah Obat untuk Hati yang Lelah