Beberapa waktu lalu, Indra Sjafri resmi memanggil 34 nama pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia U-20 di Jakarta. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), nama-nama seperti Arkhan Kaka, Nabil Asyura, Hugo Samir dan Ji Da Bin yang sebelumnya mengikuti pemusatan latihan tahap pertama di Qatar masih masuk ke dalam skuad kedua di Jakarta.
Indra Sjafri selaku pelatih kepala timnas Indonesia U-20 juga menegaskan ajang pemusatan latihan di Jakarta kali ini juga menjadi ajang seleksi bagi para pemain yang nantinya akan diproyeksikan untuk skuad apabila lolos ke putaran final Piala Dunia U-20 2025 mendatang di Chile. Indra Sjafri juga akan menjadikan kompetisi AFF Cup U-19 2024 sebagai wadah uji performa dan seleksi bagi para pemainnya.
“Setelah mendapatkan banyak informasi tentang pemain, baru nanti kami (akan) putuskan dia terpilih atau tidak terpilih, yang nanti akan kami lanjutkan pembinaannya, sampai nanti di AFF U-19 dan setelah itu kualifikasi AFC U-20. Nantinya tim ini sesuai dengan arahan dari Ketua Umum, akan kami tata sampai menjadi generasi baru pesepak bola Indonesia ke depan,” ujar Indra Sjafri dikutip dari laman resmi PSSI.
Indra Sjafri Tetapkan Beberapa Kriteria Untuk Skuad Timnas U-20
Usai melakoni TC di Doha, Qatar pada akhir bulan Desember 2023 kemarin, Indra Sjafri mencoret 6 pemain dari 26 nama yang masuk ke dalam skuad saat itu. Pada pemusatan latihan kali ini dia kembali memanggil 14 nama baru ke dalam skuad. Lalu, selama proses seleksi dan pemusatan latihan di Jakarta, pemain-pemain akan terus dipantau oleh tim pelatih.
“TC pertama kami mulai di Qatar dengan 26 pemain. Kami coret enam pemain dan kami panggil 14 pemain. Jumlah pemain sekarang 34. Hari ini kami akan coret lagi dan akan kita panggil lagi pemain baru. Berapa orangnya, habis ini, kami akan melihat hasil dari semua profil pemain yang ada,” ujar Indra Sjafri.
Selain itu, Indra Sjafri dan tim pelatih timnas juga memasang kriteria-kriteria tertentu bagi para calon punggawa timnas Indonesia U-20 yang tergabung dalam pemusatan latihan. Kriteria tersebut tidak hanya didasarkan pada kemampuan fisik saja, namun juga bertumpu pada kemampuan psikis dan mental pemain.
“Kriteria pemain, pengalaman kita di Piala Dunia U-17, postur tubuh menjadi prioritas untuk kita di posisi-posisi tertentu. Kita sangat hati-hati dalam memilih pemain. Kriteria kualitas secara umum ada empat, yaitu kualitas skill, kualitas kecerdasan taktikal, Kemudian yang kualitas fisik, dan kualitas mental. Kempat-empat itu kami akan mengukur, dan kami tidak akan melakukan hal-hal di luar itu. Dan semua pemain yang akan dipilih adalah yang terbaik,” imbuh Indra Sjafri.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Nomor Punggung Pemain Timnas Indonesia Bocor, Egy Kembali Dapatkan Nomor Keramat!
-
Fakta Skuad Timnas Indonesia di Piala Asia 2023: Jordi Amat Pemain Tertua, Asnawi Mangkualam Caps Paling Banyak
-
Jordi Amat Lempar Psywar Jelang Timnas Indonesia vs Libya, Isyaratkan Garuda Menggila
-
Bedah Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023: Jepang, Irak dan Vietnam
-
Shayne Pattynama Belum Tiba di Turki Jelang Bentrok Timnas Indonesia vs Libya
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah
-
Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern
-
Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar
-
Menilik Sisi Rapuh Stray Kids Lewat Lagu Sorry, I Love You, Bikin Nyesek!