Mengamati perjalanan kiprah Justin Hubner di timnas Indonesia sangat menarik. Pasalnya, bek andalan Wolverhampton Wolves U-21 ini pernah jadi bulan-bulanan netizen di awal kiprahnya. Saat itu Hubner dianggap bertanggung jawab atas blunder yang dilakukan saat menghadapi Libya.
Padahal secara nalar hal itu wajar saja. Sebab hari itu, Hubner baru saja bergabung dengan pemusatan latihan di Turki. Ternyata esok harinya Hubner dipasang sebagai bek saat hadapi Libya.
Hasilnya jelas sangat mengecewakan. Adaptasi yang sangat kurang, membuat dirinya kebingungan. Hasilnya, timnas Indonesia harus rela dilibas Libya. Dan Hubner sendiri panen hujatan sampai-sampai dia menutup kolom komentar di akun instagramnya.
Namun seiring berjalannya waktu, Hubner mulai ‘nyetel’ dengan tim. Saat dirinya dipasang sebagai gelandang bertahan, ternyata mampu diperankannya dengan baik. Hubner dengan sigap menghentikan alur serangan lawan.
Demikian pula saat mengisi posisis sebagai bek kanan, berpasangan dengan Sandy Walsh, dia membuktikan kualitasnya. Dalam laga melawan Vietnam, tidak sekalipun dibiarkan para pemain Vietnam melewati garis pertahanan.
Hubner dan Walsh dengan lugas menghentikan pergerakan para pemain Vietnam. Postur tubuh yang jangkung ditambah dengan kokohnya badan mereka, membuat para pemain Vietnam terpental saat berhadapan.
Aksi serupa pun dilakukan dalam laga tadi malam saat menghadapi Jepang (24/1). Meski timnas Indonesia kalah dengan skor 1-3, penampilan Hubner terbilang habis-habisan. Hubner menempatkan diri sebagai bek yang tangguh.
Beberapa kali intersep dan aksi menyelamatkan gawang tersaji beberapa kali. Meski harus berhadapan dengan Endo, Minamino, maupun Kubo, Hubner tetap berani berduel. Sehingga saking kerasnya bertahan, harus mendapat hadiah kartu kuning.
Memang ada sedikit momen yang membuat Hubner harus menerima kekecewaan pendukung. Gol bunuh diri yang dilakukan pada menit ke-88, membuat Jepang menang 3-1 atas Indonesia.
Namun meskipun ada kejadian tersebut, secara keseluruhan Hubner tampil bagus. Sandy Walsh sebagai pasangannya, tampak saling mengisi. Sehingga wajar jika Shin Tae-yong merasa puas. Semakin membaiknya penampilan Hubner, sejalan dengan apa yang dilakukan Sandy Walsh.
Dengan banyaknya pilihan di lini belakang, baik pemain lokal maupun naturalisasi, membuat Shin Tae-yong lebih mudah meracik lini pertahanannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
-
Alih-alih Yakin Kalahkan Brazil, Erling Haaland Malah Bilang Begini!
Artikel Terkait
-
Meski Kecewa Gol Penalti Jepang, Rafael Struick Sudah Cukup Puas dengan Penampilan Timnas Indonesia
-
7 Pemain Timnas Indonesia yang Belum Tampil di Fase Penyisihan Grup Piala Asia 2023
-
Biodata dan Karier Ayase Ueda, Striker Andalan Timnas Jepang yang Puji Timnas Indonesia
-
Terkuak! Alasan Shin Tae-yong Masukkan Elkan Baggott Jadi Striker Dadakan
-
Vietnam Terlempar dari 100 Besar Ranking FIFA usai Kena Comeback Irak di Piala Asia 2023
Hobi
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal
-
Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG
-
Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan
-
Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?