Timnas Vietnam bernapas sedikit lega dengan pulihnya beberapa pemain andalannya. Philippe Troussier jika tidak ada halangan akan bisa memanggil 4 pemain timnas andalan Vietnam untuk gabung dalam skuad Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keempat pilar timnas Vietnam yang pulih dari cedera itu adalah Doan Van Hau, Hoang Duc, Bui Tien Dung, dan Que Ngoc Hai. Keempatnya adalah para pemain senior yang menjadi pilar utama Vietnam di bawah kepelatihan Park Hang-seo.
Media Vietnam soha.vn dalam tulisannya meyakini mereka mampu mengatasi Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 bulan depan.
“Padahal, meski pemain naturalisasinya cukup banyak, Indonesia bukanlah lawan yang sulit dimenangkan jika Vietnam punya kekuatan terkuat. Quang Hai, Doan Van Hau atau Que Ngoc Hai semuanya mengalahkan lawan mereka dari sepuluh ribu pulau berkali-kali di bawah pelatih Park Hang-seo,” tulis soha.vn dalam artikel Rabu (21/2).
Keyakinan itu terlihat jelas di mata media Vietnam. Faktanya memang timnas Vietnam beberapa kali mengalahkan Indonesia dalam berbagai ajang. Meski harus menjalani partai keras, pada ujungnya mereka mampu memetik kemenangan.
Namun permasalahan muncul adalah karena kejayaan tersebut pada masa kepelatihan Park Hang-seo. Sesudah itu, Vietnam mulai mengalami kekalahan. Seperti yang terakhir di fase grup Piala Asia 2023.
Kekhawatiran tersebut muncul pada tulisan selanjutnya.
“Masalahnya adalah apakah Pelatih Troussier akan menyesuaikan cara dia mengatur dan membangun tim untuk memanfaatkan kekuatan kolektif sepenuhnya. Boleh dikatakan hingga saat ini sepak bola Vietnam masih belum memiliki pengganti yang layak bagi para pemainnya yang absen di Piala Asia 2023,” lanjut Soha.vn.
Permasalahan inilah yang membuat ragu media Vietnam. Terlalu yakinnya Troussier pada pemain muda, dengan menyingkirkan beberapa pemain senior dianggap sebagai biang kerok kekalahan.
Mereka juga mengakui kemampuan antara para pemain senior dan yunior Vietnam masih terlalu jauh. Sehingga untuk langsung mengganti semuanya terasa sangat riskan.
Situasi berbeda justru muncul di timnas Indonesia. Langkah Shin Tae-yong memberi jam bermain pada para pemain muda berdampak positif. Secara perlahan tapi pasti, para pemain muda mampu mengisi posisi para pemain senior.
Perpaduan yang dilakukan Shin Tae-yong terbukti efektif. Para pemain muda tampak tidak canggung lagi saat bermain bersama para seniornya.
Melihat situasi ini, maka sangat wajar jika media Vietnam meragukan kemampuan Troussier melakukan langkah seperti Shin Tae-yong.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar
-
Meski Jadi Raja ASEAN, Vietnam Tetap Simpan Ketakutan pada Timnas Indonesia
-
Tekuk Vietnam Lewat Adu Penalti, Filipina Kejutan Sempurna SEA Games 2025
-
Timnas Futsal Putri Lolos ke Final, Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
-
Kalahkan Filipina 3-0, Rivan Nurmulki Jaga Asa Medali Emas Voli SEA Games
Artikel Terkait
-
Nova Arianto Buka Pintu, Inilah 3 Pemain Diaspora yang Bisa Dipanggil ke Timnas Indonesia U-16
-
Profil Jouk Milo Jansen, Striker Keturunan Indonesia yang Cukup Gacor di Usia Muda
-
Suwon FC Dukung Pratama Arhan ke Timnas Indonesia, Erick Thohir Sentil Klub-klub Liga 1
-
Ngaku Salah Paham dengan Pelatih, Gelandang Vietnam Minta Rujuk Agar Tampil Lawan Timnas Indonesia
-
Profil Tim Waterink, Striker Jangkung 193 Cm yang Berpeluang Dinaturalisasi Timnas Indonesia
Hobi
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Peluang Pedro Acosta ke Ducati Lenovo? Pilihan Paling Realistis
Terkini
-
Hotel Rajawali
-
Film Kafir: Gerbang Sukma, Kembalinya Karma yang Datang Menagih Nyawa!
-
4 Sunscreen Stick dengan Blue Light Protection, Praktis untuk Daily Use
-
Return to Silent Hill: Adaptasi Horor yang Mengecewakan dan Gagal Total!
-
Menakar Keadilan bagi Rakyat Kecil: Mengapa Permintaan Maaf Aparat Saja Tidak Cukup?