Kabar yang cukup mengejutkan kembali datang dari timnas Indonesia. Melansir dari akun tiktok @mangkulangittt, salah satu pemain keturunan asal Belanda, yakni Calvin Verdonk dikonfirmasi terlah dihubungi oleh pihak PSSI dan akan segera menjalani proses naturalisasi untuk memperkuat timnas Indonesia di masa depan. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut memang sempat dirumorkan tengah diminati oleh Shin Tae-yong.
Kabar dinaturalisasinya bek asal klub Belanda, NEC Nijmegen tersebut disampaikan oleh dirinya langsung saat diwawancarai oleh Yussa Nugraha di kanal Youtube, Yussa Nugraha. Dirinya menyebut kini tengah mempersiapkan segala keperluan untuk menjalani proses naturalisasi dan perpindahan warga negara.
“Itu hal yang sudah lama aku pikirkan. dan kalau aku jujur kita sedang proses sekarang. Jadi sekarang saya menunggu bagaimana prosesnya. Dan jika prosesnya sudah selesai, kita lihat kapan saya bisa bermain untuk timnas Indonesia,” ujar Calvin Verdonk, seperti yang disampaikannya di kanal Youtube Yussa Nugraha.
Calvin Verdonk sendiri diketahui memiliki darah Indonesia dari leluhurnya yang berasal dari Aceh. Dirinya juga pada bulan Februari 2024 lalu sempat bertemu dengan Shin Tae-yong saat menjalani lanjutan laga di liga Belanda. Saat itu, Shin Tae-yong memang tengah melakukan pemantauan ke beberapa negara di Eropa untuk melihat performa para pemain abroad dan keturunan.
Hadirnya Calvin Verdonk Bisa Memperkuat Lini Belakang Timnas
Hadirnya Calvin Verdonk sendiri memang dirasa cukup mengejutkan. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini memang sebelumnya tidak terlalu diprospek untuk dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, di lini bek kiri timnas Indonesia sendiri saat ini telah memiliki 4 pemain yang dirasa memiliki kualitas yang setara.
Ada nama Pratama Arhan, Edo Febriansyah, Shayne Pattynama dan juga Nathan Tjoe-A-On. Belum lagi beberapa nama di timnas Indonesia U-23 seperti Haykal Alhafiz dan Dony Tri Pamungkas yang bisa menjadi opsi bagi Shin Tae-yong di sektor bek kiri. Tentunya hadirnya Calvin Verdonk dirasa akan membuat pemain di sektor tersebut kian menumpuk.
Namun, di sisi lain, hadirnya pemain yang kini berusia 26 tahun tersebut juga diharapkan mampu menjaga kedalaman skuad di sektor bek kiri timnas Indonesia. Belum lagi pengalamannya yang diharapkan dapat menjadi mentor bagi para pemain-pemain muda di sektor bek kiri timnas Indonesia yang memang relatif masih muda.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Drama Jersey Timnas Indonesia Makin Runyam, Erspo Dikabarkan Bukan Bagian dari Erigo
-
5 Pemain Abroad yang Dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia U-23, Tak Ada Nathan Tjoe
-
Polemik Penundaan Liga 1, NOC Justru Apresiasi Sikap PSSI dan PT LIB
-
Calvin Verdonk Berharap Bisa Lawan Irak usai Sah Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Shin Tae-yon Respons Penundaan BRI Liga 1 Demi Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia
Hobi
-
Gagal di GP Prancis, Pecco Bagnaia Tatap Seri Catalunya dengan Optimis
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
Terkini
-
Lebih Dekat dengan Sang Pencipta dalam Syahdu-nya Seni Merayu Tuhan
-
Jam Tangan Casio AQ-240 Resmi Meluncur: Desain Vintage, Harga Bersahabat
-
Sinopsis The Honest Realtor, Film Komedi Dibintangi Tomohisa Yamashita
-
Dari Murah ke Flagship, Ini 8 Tablet Xiaomi Terbaik 2026
-
Istilah Guru Honorer Dihapus, Bisakah PPPK Paruh Waktu Menjadi Solusi?