Sebuah keputusan bulat akhirnya ditempuh oleh PSSI menjelang guliran Piala Asia U-23. Demi bisa mengirimkan skuat terbaiknya ke turnamen yang digelar di Qatar nanti, induk sepak bola Indonesia tersebut memutuskan untuk menghentikan guliran Liga 1 untuk sementara waktu.
Menyadur laman resmi PSSI pada Kamis (4/4/2024), pihak PSSI menegaskan bahwa penghentian liga untuk sementara menjadi opsi terbaik demi menghindari benturan kepentingan antara pihak Timnas Indonesia U-23 dan klub pemilik para pemain yang terpanggil.
Sontak saja keputusan yang diambil oleh PSSI ini membuat sebagian klub peserta Liga 1 Indonesia tak suka. Pasalnya, dengan penundaan ini mereka dipastikan akan mendapatkan kerugian yang tak sedikit, baik dari segi waktu maupun finansial.
Sementara itu, melansir laman Suara.com, beberapa klub seperti Persis Solo dan Persebaya Surabaya bahkan telah bersuara terkait kerugian yang mereka dapatkan imbas dari penundaan Liga yang dilakukan oleh PSSI.
Namun demikian, meskipun mendatangkan polemik di dalam negeri, penundaan Liga 1 Indonesia untuk memfasilitasi Timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di Piala Asia U-23 ini justru mendapatkan apresiasi oleh media Vietnam.
Melalui sebuah artikelnya, salah satu media Vietnam soha.vn, justru memandang penghentian Liga 1 Indonesia akan memberikan dampak yang sangat baik bagi Pasukan Merah Putih.
"Keputusan ini membantu TImnas Indonesia U-23 untuk memiliki kekuatan yang lebih untuk berpartisipasi di Piala Asia U-23 tahun 2024, dengan tujuan meraih tiket Olimpiade Paris tahun 2024. Sebelumnya, saat Liga 1 Indonesia belum dihentikan, klub memberikan syarat bahwa hanya 2 pemain saja yang bisa dipanggil (ke Timnas U-23)" tulis soha.vn pada artikel tersebut.
Apa yang dituliskan oleh soha.vn ini tentu harusnya menjadi salah satu hal yang patut untuk dijadikan pembelajaran bagi klub-klub di dalam negeri.
Pasalnya, dengan penundaan guliran Liga 1 Indonesia kali ini, media Vietnam tersebut justru menemukan imbas yang cukup bagus bagi Pasukan Muda Merah Putih saat harus menjalani turnamen di Piala Asia U-23 nanti.
Jika pihak luar saja mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PSSI, mengapa justru di dalam negeri harus diwarnai dengan beragam polemik yang bisa saja berkepanjangan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
4 Bintang Timnas Indonesia U-23 yang Terancam Batal Tampil di Piala Asia U-23 2024
-
3 Pernyataan Kontroversial Muhammad Tahir, PSBS Biak Sampai Angkat Tangan
-
Logo Jersey Latihan Timnas Indonesia Luntur, Asisten Shin Tae-yong Beri Sindiran?
-
Bung Towel 'Kesal' Shin Tae-yong Tak Panggil Pemain BRI Liga 1 Ini ke Timnas Indonesia
-
Piala Asia U-23 2024: Hanya Satu Sektor yang Tidak Ada Pemain Senior, Bisa Jadi Titik Lemah Indonesia
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Menelusuri Lorong Gelap Larung: Dari Hasrat hingga Sejarah yang Berdarah
-
Di Balik Thanksgiving Berdarah: Misteri Kelam Keluarga Sam Holland
-
Penantang Baru MacBook? Redmi Book 14 2026 Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Gahar!
-
Drakor The Scarecrow Pecahkan Rekor ENA, Kepala Produksi Ungkap Alasannya
-
Episode 5 dan 6 The Scarecrow Bikin Penonton Ikut Mikir Keras