Menjelang bergulirnya turnamen Piala Asia U-23, Timnas Indonesia mengagendakan dua laga uji coba saat melakoni pemusatan latihan di Dubai, Uni Emirat Arab. Dua kekuatan sepak bola Asia, yakni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menjadi dua lawan yang dipilih oleh PSSI untuk uji tanding melawan Pasukan Muda Merah Putih.
Menyadur laman pssi.org (6/4/2024), uji coba pertama melawan Arab Saudi dilaksanakan pada Jum'at (5/4/2024). Pada uji coba yang berlangsung secara tertutup tersebut, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan The Green Falcon dengan skor 1-3.
Pada pertandingan yang dihelat di The Sevens Stadium, Dubai, Uni Ermitar Arab tersebut, gol tunggal Timnas Indonesia diciptakan oleh bek tengah Indonesia, Komang Teguh Trisnanda ketika pertandingan berjalan 21 menit.
Meskipun menelan kekalahan di laga uji coba, namun sejatinya hal tersebut bukanlah sebuah hal yang patut untuk disesali. Bahkan, jika kita melihat pernyataan dari pengamat sepak bola nasional, Justinus Lhaksana, hasil minor yang didapatkan oleh Pasukan Garuda Muda, bukanlah sebuah hal yang penting, bahkan tak penting sama sekali.
Hal ini diungkapkan secara langsung oleh pria yang akrab disapa dengan nama Koci tersebut melalui siniar yang diunggah oleh kanal YouTube Sportify Indonesia pada Kamis (4/4/2024).
"Friendly match ngelawan tim yang di atas kita, itu ngebantu. Dan dua tim ini (Arab Saudi dan Uni Emirat Arab), di atas kita. Jadi itu ngebantu," kata Koci.
"Jadi, good. Gua setuju, ini tindakan yang bagus dari PSSI, untuk bisa merealisasikan permintaan Shin Tae-yong ngelawan tim yang di atas kita, which is good," imbuhnya.
"Dan kalau kita kalah pun, enggak usah dibully atau apa-apa. Friendly match itu tujuannya untuk bereksperimen, kalah menang enggak penting sama sekali!" terang mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia tersebut.
Jadi, walaupun di pertandingan uji coba perdana melawan Arab Saudi kali ini Timnas Indonesia menelan kekalahan, hal tersebut tak perlu untuk disesali atau bahkan membuat kita membully Skuat Garuda ya.
Karena bagaimanapun hal tersebut bukanlah sebuah hal yang penting, mengingat tujuan utama dari Timnas Indonesia adalah berprestasi di pentas Piala Asia U-23 pertengahan bulan April ini.
Jadi, jangan terlalu dipikirkan ya!
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Tak Puas Ditumbangkan Arab Saudi, Shin Tae-yong Ungkap PR Timnas Indonesia
-
Pantas Saja Timnas Indonesia U-23 Kalah, Arab Saudi Berstatus Juara Bertahan Piala Asia U-23
-
Perbandingan Ole Romeny vs Ferdy Druijf, Striker Keturunan Indonesia vs Malaysia di Eredivisie Belanda
-
Kebobolan 3 Gol, Bukti Masih Rapuhnya Lini Pertahanan Timnas Indonesia U-23
-
Tanpa Justin Hubner di Laga Perdana Kontra Qatar, STY Harus Maksimalkan Para Bek Tengah yang Tersisa
Hobi
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
-
Forza Horizon 6 Belum Lama Rilis, Mobil MBG Sudah Nongol di Jalanan Tokyo
Terkini
-
Nadiem Makarim di Sidang Pleidoi: Saya Tak Menyesal Mengabdi!
-
Novel Salvation of a Saint: Tragedi Domestik dalam Bingkai Trik Mustahil
-
BTS Rayakan 13 Tahun Debut dengan Vinyl Spesial ARIRANG, Berisikan 16 Trek
-
Less Waste, More Awareness: Cara Gen Z Melihat Masa Depan Lingkungan
-
Filosofi Hidup Oreki dan Misteri yang Tak Bisa Ia Hindari di Novel Hyouka