Timnas Indonesia U-23 sukses mencatatkan kemenangan telak kala bersua Yordania U-23. Pada pertandingan yang berlangsung di Abdullah bin Khalifa Stadium pada Minggu (21/4/2024) tersebut, Ernando Ari Sutaryadi dan kolega berhasil menggasak sang lawan dengan skor 4-1.
Laman the-afc.com (22/4/2024) merilis, empat gol kemenangan Timnas Indonesia U-23 disumbangkan oleh brace dari Marselino Ferdinan di menit ke-23 dan 70, Witan Sulaeman pada menit ke-40 dan Komang Teguh Trisnanda ketika pertandingan berjalan 86 menit.
Sebenarnya, sebelum terjadinya gol pertama dari Marselino Ferdinan di menit ke-23, Timnas Indonesia mampu mengoyak gawang Yordania melalui skema lemparan jarak jauh Pratama Arhan. Menyadur video unggahan kanal YouTube RCTI Entertainment pada Senin (22/4/2024), di menit ke-8, Timnas Indonesia mendapatkan lemparan ke dalam dari sisi kiri pertahanan Yordania.
Gol Lemparan ke Dalam Tak Disahkan
Bola yang diluncurkan oleh Pratama Arhan pun meluncur deras ke arah gawang Yordania, dan menjebol gawang sang lawan. Namun sayangnya, gol pertama Timnas Indonesia ini dianulir dan tidak disahkan oleh wasit pertandingan.
Bagi yang masih penasaran dengan alasan mengapa gol lemparan ke dalam Pratama Arhan di menit ke-8 tersebut tak disahkan oleh pengadil, alasan utamanya karena bola tak menyentuh satu pemain pun sebelum masuk ke gawang.
Hal ini tertuang secara resmi di FIFA Law of the Game. Di Law 15: The Throw In disebutkan bahwa, agar bisa disahkan menjadi sebuah gol, bola haruslah menyentuh setidaknya satu pemain dulu sebelum masuk ke gawang.
Laman thefa.com juga menjelaskan hal yang sama. Dalam penjelasannya, mereka menjelaskan regulasi dasar untuk lemparan ke dalam ini:
- A goal cannot be scored directly from a throw-in: (Sebuah gol tak bisa diciptakan langsung dari lemparan ke dalam),
- if the ball enters the opponents’ goal – a goal kick is awarded (Jika bola memasuki gawang lawan, maka tendangan bebas diberikan),
- if the ball enters the thrower’s goal – a corner kick is awarded (Jika bola memasuki gawang si pelempar, maka tendangan sudut diberikan)
Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi sebuah gol, lemparan ke dalam haruslah menyentuh para pemain yang yang ada di lapangan. Jika hal itu tak terjadi, maka bola yang masuk ke gawang tak akan dianggap sebagai sebuah gol, dan hanya akan diberikan tendangan bebas atau tendangan sudut seperti di laga melawan Yordania.
Bagaimana? Sudah tahu kan sekarang alasannya?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Lokal, Meski Layak, Sebaiknya Jangan Nova Arianto!
-
Usung Permainan Intensitas Tinggi, Kepelatihan John Herdman Jadi Akhir Era Pemain Uzur di Timnas?
-
Tak Perlu Tahunan, John Herdman Bisa Bawa Indonesia Juara Hanya dalam Hitungan Bulan!
-
Kasus Rafael Struick dan Pentingnya Seorang Pemain Mendapatkan Pelatih yang Tepat
-
Nestapa Indonesia Kini, Satu-Satunya Semifinalis AFC U-23 yang Terbuang Imbas Blunder Fatal PSSI
Artikel Terkait
-
Momen Pelanggaran Ngeri Justin Hubner Lawan Yordania, Netizen: Kalau Lawan Qatar Kartu Merah
-
Meski Lolos ke 8 Besar, Timnas U-23 Diprediksi Kehilangan Nathan Tjoe-A-On
-
Piala Asia U-23 2024: Saat Timnas Malaysia U-23 Sadar Diri dengan Posisinya
-
Lolos ke Babak 8 Besar Piala Asia U-23, AFC Beri Pujian ke Timnas Indonesia
-
Pratama Arhan, Unsung Hero di Balik Kesuksesan Timnas U-23 ke Babak 8 Besar AFC U-23
Hobi
-
John Herdman Cari Asisten Pelatih Lokal, Meski Layak, Sebaiknya Jangan Nova Arianto!
-
Pengamat Ini Sebut John Herdman Miliki Dua Sisi Kepribadian, Apa Saja?
-
Usung Permainan Intensitas Tinggi, Kepelatihan John Herdman Jadi Akhir Era Pemain Uzur di Timnas?
-
Tak Perlu Tahunan, John Herdman Bisa Bawa Indonesia Juara Hanya dalam Hitungan Bulan!
-
Rekap Malaysia Open 2026 Day 2: Jojo Menang Straight Game, Alwi Kalah Rubber