Memulai pertandingan dengan perkasa, namun loyo di akhir turnamen, itulah Thailand. Tim Gajah Perang ini sempat mengejutkan public Piala Asia U-23 2024 saat mampu membekap tim kuat, Irak dengan skor 2-0. Kepercayaan tinggi pelatih Issara Sritaro pun membumbung,
Di sisi lain, penampilan timnas Indonesia justru berkebalikan nasibnya. Menerima kekalahan 0-2 dan kehilangan 2 pemain karena kartu merah membuat Indonesia menjadi bulan-bulanan media.
Namun memasuki pertandingan kedua, situasi berubah. Indonesia secara mengejutkan mampu mengalahkan tim kuat, Australia. Sementara itu, Thailand hancur di tangan Arab Saudi 0-5.
Puncak dari semua itu terjadi di pertandingan ketiga. Indonesia kembali menunjukkan perfoma bagus dengan mengalahkan Yordania 4-1, Thailand kalah dari Tajikistan 0-1 di babak injury time babak kedua dalam pertandingan yang digelar pada Senin (22/4/2024).
Situasi ini menjadi anti klimaks bagi anak asuh Issara Sritaro. Saat mereka kalah dari Arab Saudi, semua orang masih bisa menerima. Tapi kekalahan 0-1 dari Tajikistan membuat pendukung Thailand marah dan kecewa. Babak 8 besar yang sudah di depan mata sirna tidak berbekas.
Namun jika melihat statistik pertandingan, kekalahan yang diderita Thailand memang layak diterima. Selama pertandingan mereka hanya menguasai 37% penguasaan bola. Sedangkan dalam urusan tendangan, Thailand melepas 9 tendangan dengan 6 mengarah ke gawang.
Jika dibandingkan dengan statistik Tajikistan sangat jauh terpautnya. Tajikistan meski jelas tidak punya peluang lolos menguasai 63% penguasaan bola. Selain itu, mereka melepaskan 26 tendangan dengan 8 mengarah ke gawang.
Dari gambaran statistik ini tampak bahwa permainan Thailand berada dalam kendali Tajikistan. Hal yang sangat ironis. Sebab bagi Tajikistan menang ataupun kalah tidak berpengaruh, mereka tidak akan lolos dari fase grup.
Namun bagi Thailand yang masih punya peluang, justru menyia-nyiakan peluang tersebut. dalam konperensi pers pasca pertandingan Issara Sritaro hanya bisa meminta maaf.
“Ada momen terakhir di mana kami melakukan kesalahan dan kebobolan gol. Kami juga punya masalah integrasi dan tingkat kebugaran. Saya sudah selalu berusaha membuat setiap pemain meningkatkan tingkat kebugarannya,” ungkap Sritaro dalam konperensi pers dilansir dari laman resmi AFC, Selasa (22/4/2024).
Namun apa pun alasan yang disampaikan, kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Karena selain membuang peluang lolos babak 8 besar, Thailand terlempar ke dasar klasemen menggantikan Tajikistan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
Artikel Terkait
-
PSSI Ngotot Panggil Kembali Nathan Tjoe ke Timnas Indonesia U-23, Sampai Pakai Jalur 'Tak Normal'
-
Timnas Indonesia Trengginas di Piala Asia U-23, Pelatih Persib Acungkan Jempol
-
Marselino Ferdinan Protes ke Shin Tae-yong, Ngambek Ogah Main Lawan Korea Selatan?
-
Reaksi Netizen Korea Bakal Lawan Timnas Indonesia di Perempat Final: Takut sampai Ingin STY Kembali
-
Viral Lagi! Video Momen Shin Tae-yong Bawa Korea Selatan Bantai Timnas Indonesia di Jakarta
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
Review Burning: Tentang Misteri yang Mungkin Hanya Ada di Kepala Kita
-
Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender
-
Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo
-
Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara