Timnas Indonesia U-23 bakal kembali menemui tembok kokoh di fase empat besar gelaran Piala Asia U-23. Pada babak semifinal turnamen yang diselenggarakan di Qatar tersebut, Pasukan Muda Merah Putih bakal berjibaku melawan raksasa sepak bola Asia asal Asia Tengah, Uzbekistan.
Jika menilik pencapaian kedua kesebelasan di turnamen ini, tentu saja akan ditemukan sebuah perbedaan yang sangat nyata. Ketika Uzbekistan sudah mampu enam kali mengikuti turnamen ini dan menjadi juara di edisi 2018 lalu, Timnas Indonesia U-23 baru memulainya di edisi kali ini dengan pencapaian terbaik yang tentunya masih belum bisa ditentukan.
Namun demikian, meskipun terjadi perbedaan pencapaian dan kesejarahan di turnamen Piala Asia, kans Pasukan Garuda Muda untuk bisa menaklukkan Uzbekistan masihlah terbuka lebar. Memang, secara peringkat, secara head to head pertemuan, dan data statistik Timnas Indonesia U-23 kalah dari Uzbekistan dari segi apapun.
Namun jangan salah, dengan beragam statistik inferior yang dimiliki oleh Indonesia, anak asuh Shin Tae-yong tersebut justru memiliki sebuah kekuatan lain yakni motivasi untuk membuktikan bahwa mereka tak seburuk yang disangkakan oleh banyak kalangan, termasuk para pemain Uzbekistan sendiri.
Tak dapat dipungkiri, pandangan negatif yang dilontarkan oleh Uzbekistan kepada Timnas Indonesia membuat kita selaku pendukung timnas Indonesia turut sakit hati. Bagaimana tidak, melansir laman Suara.com (29/4/2024), kubu Uzbekistan secara terang-terangan melontarkan statemen yang bernada meremehkan Pasukan Muda Merah Putih.
Menurut legenda sepak bola Uzbekistan, Kamoliddin Murzoev, Timnas U-23 negaranya beruntung hanya bertemu dengan Indonesia, bukan Korea Selatan. Karena dalam pandangannya, melawan Korea Selatan akan jauh lebih sulit daripada melawan Indonesia yang baru melakoni debutnya di turnamen kali ini.
Pesan-pesan underestimate dari kubu Uzbekistan yang tertuju kepada Pasukan Muda Merah Putih tentu saja bisa menjadi sebuah bahan bakar pemacu bagi mereka untuk memutarbalikkan segala prediksi. Karena seperti yang kita ketahui bersama, pasca menelan kekalahan dari Qatar di laga pertama lalu, permainan Timnas Indonesia U-23 semakin menanjak di tiga laga terakhir.
Tim-tim raksasa sekelas Yordania, Australia, hingga Korea Selatan yang semula merasa yakin bisa mengalahkan Indonesia, harus mengakhiri laga dengan tertunduk lesu karena tercabik-cabik oleh Pasukan Merah Putih.
Terlebih lagi, saat ini Timnas Indonesia U-23 tengah diliputi rasa percaya diri yang tinggi, imbas kegemilangan permainan serta prestasi yang mereka tunjukkan di turnamen dua tahunan ini. Dan lagi, semesta pun mendukung karena mereka bakal bermain di Abdullah bin Khalifa Stadium yang selama ini menjalin romantisme dengan Pasukan Merah Putih.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik