Tembok terjal akan dihadapi oleh Timnas Indonesia senior di lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran kedua. Laman AFC merilis, anak asuh Shin Tae-yong tersebut harus berhadapan dengan Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis (6/6/2024).
Meskipun terasa berat, namun Timnas Indonesia sendiri menargetkan kemenangan atas raksasa sepak bola benua Asia tersebut. Sebuah target yang tentunya akan sangat sulit untuk direalisasikan, mengingat hegemoni sang calon lawan yang selalu saja membuat Indonesia lebih inferior daripada mereka.
Melansir data yang ada di laman 11v11 pada Kamis (6/6/2024), Indonesia memang selalu berada di posisi yang lebih minor daripada Irak dalam hal pertemuan kedua kesebelasan. Dari laman yang sama diinformasikan bahwa dari 8 pertemuan yang telah dijalani oleh Timnas Indonesia melawan Irak, Pasukan Garuda mengalami 7 kekalahan di antaranya.
Sementara satu pertandingan lainnya berakhir dengan imbang, dan tak sekalipun Indonesia bisa merengkuh kemenangan. Satu-satunya hasil imbang yang diraih oleh Indonesia terjadi pada 16 Maret 1973 lalu, ketika kedua kesebelasan berlaga di babak Kualifikasi Piala Dunia 1974.
Dengan modal yang sangat minor tersebut, tentu Timnas Indonesia seolah akan menghadapi sebuah tembok tebal untuk bisa setidaknya mencuri poin dari sang lawan.
Terlebih lagi, melansir laman transfermarkt, dua laga terakhir Pasukan Garuda di bawah nakhoda Shin Tae-yong saat melawan Irak, semuanya juga berakhir dengan kekalahan.
Tentu para pencinta sepak bola nasional masih ingat, saat STY memimpin Indonesia di laga pertama babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Kedua di Irak, anak asuhnya dibabat habis dengan skor 1-5. Pun demikian halnya ketika kedua kesebelasan kembali bersua di putaran final Piala Asia 2023, lagi-lagi Indonesia harus menelan kekalahan, meskipun dengan margin gol yang lebih kecil, 1-3.
Meski demikian, misi besar dari Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah untuk merobohkan hegemoni tim lawan tetap harus dilaksanakan. Bukan hanya karena ingin menuntut balas atas kekalahan-kekalahan terdahulu, namun juga karena kemenangan akan memastikan langkah Garuda ke putaran berikutnya babak kualifikasi nanti.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Performa Beberapa Laga Terakhir Timnas Indonesia Vs Irak, Kurang Maksimal?
-
Wasit Shaun Evans Jadi Pengadil Timnas Indonesia vs Irak, Pernah Untungkan dan Rugikan Skuad Garuda
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Irak: Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Jadi Andalan
-
Data dan Fakta Timnas Irak, Bukan Skuad Kaleng-kaleng di Asia Hingga Gudang Mesin Gol
-
Siap Tempur Lawan Irak, Pemain Keturunan Kompak Latihan Nyanyi Indonesia Raya
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Lika-liku Keuangan Anak Muda Zaman Now: Cuma Mau Hidup Hemat Tanpa Merasa Tertekan
-
PC Tanpa Ribet Kabel? Acer Aspire C24 AIO Tawarkan Desain Tipis dan Ringkas
-
5 Pilihan HP Samsung dengan Bypass Charging, Anti Overheat Saat Nge-Game
-
Rumah yang Tak Pernah Selesai Dibangun: Catatan Luka Seorang Anak Perempuan Fatherless
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya