Pasca mengikat Shin Tae-yong menjadi pelatih Timnas Indonesia hingga tahun 2027 mendatang, induk sepak bola Indonesia, PSSI merilis pula target yang dibebankan kepada sang pelatih.
Melansir laman Suara.com, alih-alih memberikan target untuk membawa Pasukan Merah Putih ke putaran final Piala Dunia 2026, PSSI justru menargetkan STY untuk bisa membawa Timnas Indonesia menembus peringkat 100 besar FIFA.
Hal ini tentunya cukup masuk akal. Sebab tetangga-tetangga Indonesia di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam maupun Thailand, juga sukses melakukannya dengan komposisi pemain yang tak jauh berbeda.
Bahkan, jika STY dan PSSI berkenan, mereka bisa meniru apa yang dilakukan oleh mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo yang sukses membawa Pasukan Vietnam menembus elit 100 besar dunia.
Disadur dari laman Transfermarkt, Park Hang-seo diserahi tugas untuk membesut Timnas Vietnam senior pada tanggal 15 Oktober 2017. Kala itu, peringkat yang dimiliki oleh Vietnam masih berada di angka 130 dunia.
Selain memanfaatkan event-event seperti kualifikasi Piala Dunia ataupun Piala AFF, Park Hang-seo juga memanfaatkan FIFA match day dan mencari lawan-lawan yang seimbang tapi memiliki peringkat FIFA yang lebih bagus daripada Vietnam.
Seperti contoh, pada bulan Maret 2018, Park Hang-seo mengagendakan laga uji coba melawan Yordania di laga FIFA match day dan berakhir dengan imbang. Namun karena peringkat Yordania lebih bagus daripada Vietnam, mereka pun mendapatkan tambahan poin dari laga tersebut.
Imbasnya pun jelas, di bulan April 2018, dalam rilisan peringkat FIFA, Timnas Vietnam naik peringkat di posisi ke-103 dunia sebelum pada akhirnya sukses menembus 100 besar dunia di bulan Oktober tahun yang sama.
Selain tampil baik dan panen poin dari gelaran Piala Asia 2019, Timnas Vietnam juga sukses menjaga peringkat mereka di kisaran 100 besar dunia dengan trik yang sama, yakni melakukan laga uji coba melawan tim setara, namun dengan peringkat FIFA yang lebih baik atau tak jauh berbeda dengan mereka.
Kali ini, Park Hang-seo dan VFF menjadwalkan uji coba melawan Thailand dan Curacao. Meskipun di laga tersebut Vietnam meraih kemenangan atas Thailand dan kekalahan atas Curacao, namun mereka tetap mendapatkan tambahan poin imbas dari Pasukan Gajah Perang yang memiliki peringkat tak terpaut jauh.
Pun demikian halnya ketika mereka menelan kekalahan dari Curacao di laga uji coba bulan Juni 2019. Hal tersebut tak berarti yang signifikan bagi penurunan poin mereka karena dengan posisi peringkat di bawah Curacao yang berada di kisaran 70-80an FIFA, Vietnam hanya kehilangan sedikit poin saja dari kekalahan tersebut.
Jadi, ingin meniru cara Park Hang-seo dan Timnas Vietnam untuk menaikkan peringkat mereka ke 100 besar dunia? Tak ada salahnya kok!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
3 Pemain Indonesia yang Diprediksi Bersinar di AFF Cup U-19, Ada Jens Raven
-
Tinggalkan Timnas Malaysia, Gaji Kim Pan-gon Ternyata Tak Sampai 1/4 Upah Shin Tae-yong
-
Pemain Abroad Timnas Indonesia Diminta Pintar Pilih Klub di Luar Negeri: Jangan Cuma Keren-kerenan, tapi Tidak Main
-
PSSI Incar Naturalisasi Pemain Usia Dini untuk Timnas Indonesia, Sekarang Tidak Sembarangan
-
Amanahi STY Bawa Indonesia ke 100 Besar FIFA, Target PSSI Lebih Realistis Daripada Lolos Piala Dunia
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi