Sebuah perubahan yang positif terjadi di tubuh induk sepak bola Indonesia, PSSI. Setelah berada di bawah kendali Erick Thohir, federasi sepak bola Indonesia tersebut berbenah dengan sangat progresif, dan benar-benar memiliki program yang jelas untuk meningkatkan kualitas persepakbolaan Indonesia, terutama tim nasionalnya.
Hal ini setidaknya terlihat dari planning ataupun program-program nyata berbasis kualitas yang dalam beberapa waktu terakhir ini selalu ditunjukkan oleh PSSI. Salah satunya adalah dengan mencarikan lawan tanding berkualitas bagi timnas Indonesia, baik di level kelompok umur, maupun di level senior.
Hal ini terbukti nyata di akhir bulan Agustus 2024 ini. Dilansir laman resmi PSSI, Timnas Indonesia U-20 yang diproyeksikan untuk menjalani babak Kualifikasi Piala Asia U-20 bulan depan, kini diprogramkan untuk menjalani tiga laga uji coba dengan lawan yang sepadan atau bahkan di atas level mereka.
Dari laman yang sama dijelaskan bahwa, anak asuh Indra Sjafri yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Korea Selatan, dijadwalkan bakal menjalani laga uji coba melawan Argentina (28/8/2024), Thailand (30/8/2024) dan tuan rumah Korea Selatan (1/9/2024).
Jika melihat lawan-lawan yang akan dihadapi oleh Dony Tri Pamungkas dan kolega, tentunya hanya Thailand saja yang bisa dikatakan memiliki kualitas setara dengan Indonesia U-20. Sementara dua lawan lainnya, yakni Argentina dan Korea Selatan, secara nyata memiliki kualitas yang lebih bagus daripada Pasukan Muda Merah Putih.
Tak hanya Timnas Indonesia U-20, lawan yang berkualitas juga dipilihkan oleh PSSI untuk Timnas Indonesia U-17. Dari laman PSSI disebutkan, anak asuh Nova Arianto tersebut mendapatkan lawan yang cukup liat, yakni India di dua laga uji coba pada tanggal 25 dan 27 Agustus 2024 ini.
Pun demikian halnya dengan Timnas Indonesia senior. Menyadur laman Transfermarkt, lawan-lawan uji coba Timnas Indonesia sendiri belakangan ini juga merupakan negara yang memiliki "nama besar" atau setidaknya negara-negara yang memiliki peringkat di atas Indonesia seperti Curacao, Burundi, bahkan Argentina.
Hal ini tentunya sangat berbeda dengan beberapa tahun silam, ketika Indonesia selalu saja mendapatkan kesulitan ketika memilih lawan tanding untuk uji coba. Bahkan, di era kelam persepakbolaan Indonesia yang terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, Pasukan Merah Putih sampai harus menunggu kepastian dari negara sekelas Timor Leste untuk bisa melakoni sebuah laga uji coba.
Sekarang, tentu saja hal itu sudah tak mungkin terjadi lagi. Karena kita tahu, PSSI saat ini sudah tak lagi asal-asalan dalam mencari lawan untuk uji tanding Timnas Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Apa Kabar Amar Brkic? Pemain Diaspora Jebolan Piala Dunia U-17 2023 yang Terlupakan
-
Sayuri Bersaudara Dipanggil Timnas, Netizen Justru Prediksi Ada yang Cedera
-
Profil Thomas Poll, Pemain Keturunan yang Diprediksi Jadi Pesaing Arhan
-
Mertua Umbar Curhatan Pratama Arhan Bikin Nyesek usai Isu Azizah Salsha Selingkuh: Kenapa Saya Tidak Dikasih...
-
Duet Lini Tengah Timnas Indonesia Mewah, Nilai Pasar Tembus Rp104 Miliar Jika Ketambahan Pemain Keturunan Ambon
Hobi
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
Terkini
-
Bukan Lagi Dilan yang Kita Kenal: Mengapa 'Dilan ITB 1997' Lebih Sunyi dan Penuh Luka?
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering
-
Hardiknas dan Jurang UMR: Mengapa Tidak Semua Anak Berani Bermimpi?
-
Ketika Anak Menjadi Korban Daycare, Ibu Sudah Cukup Hancur Tanpa Perlu Dihakimi
-
Bertahan di Tempat yang Menyakitkan: Kisah Lela dan Anak-Anak Terlupakan