Kekalahan Max Verstappen dan Red Bull dari Lando Norris (McLaren) di beberapa race terakhir masih menyisakan tanda tanya besar di kalangan penikmat olahraga Formula 1, apa yang sebenarnya terjadi dengan pembalap serta tim tersebut sampai mengalami masa paceklik?
Hal tersebut juga dirasakan oleh Jos Verstappen, ayah Max Verstappen yang selama ini diketahui selalu mendampingi dan mendukung karir Sang Putra.
Melansir dari laman GPBlog, Jos sempat mengungkapkan bagaimana dampak dari kekalahan ini terhadap Max, putranya itu memang masih sangat agresif, tapi menjadi sangat kelelahan setelah balapan.
"Dia memang masih agresif, tapi setelah balapan dia benar-benar kelelahan," ungkap Jos Verstappen.
Untuk saat ini, Jos mengatakan bahwa Red Bull masih belum menunjukkan perubahan yang positif. Semua pembaruan yang dilakukan tidak seperti yang diharapkan dan sepertinya mereka belum menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini.
"Saya pikir semua pembaruan yang telah dilakukan belum membawa hasil yang mereka harapkan. Akibatnya, Red Bull agak terhenti, sementara yang lain membuat langkah besar," katanya lagi.
Di sisi lain, Max Verstappen sendiri sebenarnya sudah mengetahui sejak awal musim bahwa mobilnya tidak begitu bagus. Hanya saja, pada waktu itu Max masih tampil impresif sehingga pendapatnya tidak begitu dihiraukan oleh tim.
"Di awal musim, saat Anda memenangi balapan, tentu saja semuanya terasa benar, tetapi ia (Max Verstappen) juga mengatakan bahwa keseimbangannya tidak tepat. Max sebenarnya mengeluhkan hal itu sekitar tiga bulan lalu. Hanya saja, mereka tidak benar-benar mempercayainya atau mereka tidak benar-benar melihatnya. Sekarang Anda (Red Bull) sebenarnya agak terlambat," Jos Verstappen membeberkan.
Saat ini, meraih gelar juara dunia masih menjadi tujuan utama Max dan tim. Akan tetapi, melihat kondisi mobil mereka yang semakin kesini semakin tidak jelas, sedangkan lawan semakin menunjukkan kekompetitifannya, rasanya Max dan Red Bull agak perlu berpikir lebih realistis.
Lebih-lebih yang mereka hadapi bukan hanya McLaren saja, perlu diingat bahwa masih ada Mercedes dan Scuderia Ferrari yang sudah memenangkan balapan lebih dari sekali di musim ini.
BACA BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Makin Canggih, Ini 4 Kelebihan dan Kekurangan Teknologi dalam Sepak Bola
-
Bukan Aksesori, Ini 6 Fungsi Jam Tangan yang Digunakan Wasit Sepak Bola
-
MotoGP Jerman 2026: Kembali ke Sachsenring, Marc Marquez Siap Juara Lagi?
-
Bukan Hanya VAR, Ini 7 Teknologi Canggih yang Digunakan di Piala Dunia 2026
-
Terungkap! Ini 7 Alasan Kenapa Jersey Sepak Bola Piala Dunia Harganya Mahal
Artikel Terkait
Hobi
-
Dwigol Bellingham dan Mental Juara Inggris yang Kian Matang ke Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Hadapi Inggris, Norwegia Diliputi Pola Bertuah Tim Samurai Biru
-
Argentina vs Swiss: Adu Kecerdasan Taktik Demi Semifinal Piala Dunia 2026
-
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026: Buktikan Tim Kelas Juara dan Siap Lawan Prancis
-
Tampil Gila di Piala Dunia 2026, Vozinha Layak Menunda Masa Pensiunnya!
Terkini
-
Ada 402 Rumah Sakit Angker Korea, Intip 5 Film Terbaru di Bioskop Pekan Ini
-
5 Rekomendasi HP OPPO 5G 2026, Spek Gahar Harga Masih Masuk Akal
-
Pelajaran PPKn vs Realita Politik: Mengapa Kita Merasa Ada yang Salah?
-
Gaya Hidup PayLater: Solusi atau Awal Masalah Keuangan?
-
Mononoke Garap Proyek Baru, Hadirkan Medicine Seller Ketiga Ken no Tsurugi