Kabar timnas Indonesia menahan imbang Arab Saudi dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga, membuat Quang Huy, komentator Vietnam mengubah pandangannya atas Indonsia. Jika sebelumnya dia menganggap remeh program naturalisasi Indonesia, kini tidak lagi.
“Indonesia bagus, mereka bermain sangat berbeda selarang karena kekuatan mereka sangat berbeda, hampir semua pemain naturalisasi. Mereka juga punya strategi yang sangat jelas untuk mengembangkan sepak bola,” puji Quang Huy dilansir dari soha.vn, Minggu (8/9/2024).
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya. Saat itu Quang Huy meragukan kualitas para pemain naturalisasi Indonesia. Dikatakan meskipun para pemain itu bermain di Liga Eropa, namun masih kalah jauh dibandingkan tim-tim papan atas di Asia.
Ucapan itu kini diralat, setelah menyaksikan betapa Indonesia mampu merepotkan Arab Saudi yang dilatih pelatih kelas dunia Roberto Mancini. Ramalan Indonesia akan menjadi lumbung gol seperti saat Vietnam dibantai Arab Saudi 1-3, tidak terbukti.
“Tim naturalisasi Indonesia kini sudah melampaui timnas Vietnam, berhenti membandingkan dengan mereka,” lanjut soha.vn.
Quang Huy tidak lupa memuji apa yang dilakukan Shin Tae-yong. Bagaimanapun juga kesuksesan Indonesia menahan imbang Arab Saudi tidak lepas dari campur tangan Shin Tae-yong. Pelatih yang telah 4 tahun bersama timnas Indonesia ini dipuji karena mampu meracik strategi yang mampu memusingkan Roberto Mancini.
Demikian pula dengan keberadaan para pemain naturalisasi. Langkah Shin Tae-yong dengan mengoptimalkan para pemain naturalisasi sebenarnya pernah diterapkan Malaysia dalam beberapa ajang.
Hanya saja para pemain naturalisasi Malaysia dalam perekrutannya tidak sebagus Shin Tae-yong. Para pemain naturalisasi Malaysia direkrut karena telah bermain selama 5 tahun berturut-turut di Liga Malaysia. Selain itu, para pemain tersebut direkrut pada usia yang cukup tua.
Langkah Shin Tae-yong terkait pemain naturalisasi di timnas Indonesia jauh berbeda. Faktor keturunan menjadi syarat utama. Sedangkan yang kedua adalah masalah umur. Sebagian pemain naturalisasi Indonesai relatif masih muda. Sehingga ‘masa pakai’ mereka akan lebih lama, dan masih mungkin berkembang lebih baik lagi.
Hal-hal semacam inilah yang dilakukan Indonesia, sehingga semakin hari mempunyai skuat yang mampu diandalkan dalam jangka panjang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jawaban Cerdas John Herdman atas Kecurigaan Kemenangan 9-2 Timnas Indonesia
-
Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan
-
Igor Tolic Enggan Berpikir Terlalu Jauh Meski Tiket ACL Two Sudah di Tangan
-
Kemenangan Argentina Munculkan Tuduhan 'Settingan' dalam Piala Dunia 2026
-
Belgia Sukses Permalukan AS Balas Ulah Konyol Donald Trump pada FIFA
Artikel Terkait
-
Mees Hilgers Punya Julukan Hito, Artinya Ada Sangkut Pautnya dengan Manado
-
Thom Haye Cs Terus Diikuti Puluhan Orang Jelang Lawan Australia, Ada Apa?
-
Arab Saudi Jadi 'Korban', 3 Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Bikin Australia Ketar-ketir
-
Singgung Debut Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, Ini Kata Shin Tae Yong
-
Perbandingan Timnas Indonesia vs Australia: Bak Langit dan Bumi di Atas Kertas, Tapi Imbang di Lapangan
Hobi
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
Terkini
-
Review Serial Prefiero la Muerte: Suguhkan Kisah Cinta Unik Berbalut Horor
-
EHEF 2026 Resmi Digelar di UGM, Hadirkan 90 Kampus Eropa dan 1.000 Beasiswa
-
Jarang Komentari Politik, SBY Sindir Pedas: Kok Begini Liar Politik Kita?
-
Realistis atau Pesimis? Mengulik Tren Stop the Wedding dari Sisi Finansial
-
Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel