Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dijadwalkan turun bertanding untuk kejuaraan China Open 2024. Ahsan/Hendra yang merupakan pemain senior dan biasa dijuluki The Daddies ini akan berhadapan langsung dengan peringkat 2 dunia sekaligus unggulan Denmark, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.
VICTOR China Open 2024 sendiri mulai bergulir pada Selasa (17/9/2024) hingga Minggu (22/9/2024) di Olympic Sport Centre Gymnasium, Changzhou, China. BWF World Tour dengan kelas Super 1000 ini akan memperebutkan hadiah total sebesar $2.000.000.
Bukan merupakan China Open pertama bagi Ahsan/Hendra ataupun pertemuan bersama Kim/Anders. Pertandingan China Open 2024 akan menjadi pertemuan ke-11 untuk kedua pasangan ini di bulutangkis internasional.
Pertemuan terakhir mereka pada saat semifinal Arctic Open 2023, dimana Kim/Anders berhasil menang atas The Daddies. Sedangkan catatan head to head antar kedua pasangan adalah 7-3, keunggulan untuk Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Secara peringkat terkini, The Daddies juga tertinggal dari pasangan Denmark. Ahsan/Hendra saat ini menduduki peringkat 20 dunia, sedangkan Kim/Astrup berada di peringkat 2 dunia.
Melihat catatan rekor maupun ranking, The Daddies dan Kim/Anders merupakan pasangan yang sama-sama unggulnya. Pada rekor terbarunya, Kim/Anders berhasil menjadi semifinalist Olimpiade Paris 2024, Juara Canada Open 2024 dan Malaysia Masters 2024.
Sedangkan The Daddies sempat menjadi Runner-Up Australian Open 2024, semifinalist Arctic Open 2023. Tentunya masih banyak prestasi Ahsan/Hendra di tahun-tahun sebelumnya, mengingat mereka merupakan pasangan senior yang telah populer di bulutangkis internasional.
Perkembangan bulutangkis yang semakin bermain di kecepatan, tentunya menjadi tantangan bagi Ahsan/Hendra untuk dapat menaklukkan Kim/Anders di China Open nantinya. Terlebih lagi, saat ini Kim/Anders tengah berada di puncak performa mereka dan bermain apik di beberapa pertandingan terakhir.
Para penggemar bulutangkis Indonesia tentunya berharap The Daddies mampu bermain lepas dan melewati pertandingan dengan baik. Apabila mampu menghentikan langkah Kim/Anders, The Daddies memiliki kemungkinan besar melakoni perang saudara melawan Bagas Maulana/Leo Rolly di babak selanjutnya.
Informasi lengkap seputar pertandingan bulutangkis internasional dapat diikuti melalui aplikasi resmi milik BWF yaitu Badminton4u dan juga tournament software BWF. Sedangkan siaran langsung pertandingan China Open 2024 tersedia di kanal youtube resmi milik BWF dan aplikasi RCTI+ untuk beberapa pertandingan babak atas.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
All England 2025, Peluang Tunggal Putra Sabet Gelar Juara Bertahan?
-
Mundur All England, Anthony Ginting Terancam Keluar Top 20 Dunia
-
Deretan Film Terbaik Junior Roberts, Terbaru Bareng Adhisty Zara di Jepang!
-
Pemain Kelas Atas, Viktor Axelsen Buat Kejutan di German Open 2025
-
Kesempatan Dua Turnamen Super 300, PBSI Justru Tarik Mundur Verrel/Pitha
Artikel Terkait
-
Gegara Belum Pulih Cedera, Anthony Ginting Harus Absen Lagi dari Badminton Asia Championships 2025
-
Anthony Ginting Ditarik Mundur dari BAC 2025 dan Ajukan Protected Ranking
-
Jadwal Final Swiss Open 2025: Didominasi China, Ada Dua Laga Perang Saudara
-
Rekap Swiss Open 2025: Empat Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final
-
Skuad Indonesia di Swiss Open 2025, Hanya Kirim 7 Wakil
Hobi
-
Hadapi Korea Selatan, Timnas Indonesia U-17 Wajib Raih Minimal 1 Poin
-
Persija Jakarta Incar Posisi Empat Besar, Madura United akan Jadi Korban?
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Makassar Lanjutkan Hegemoni Persepakbolaan Indonesia atas Vietnam
-
Pemain Timnas Indonesia Mulai Keluhkan Taktik Patrick Kluivert, Ada Apa?
Terkini
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana