Putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 masih sekitar 3 minggu lagi. Timnas Indonesia, satu-satunya negara ASEAN yang lolos Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjalani laga ke-3 dan 4 di putaran ketiga ini. Bahrain dan China akan menjadi negara yang harus dihadapi.
Terkhusus Bahrain, timnas Indonesia mempunyai catatan kelam saat berhadapan dengan Negara Teluk ini. Kenangan saat timnas Indonesia dibekap Bahrain 0-10, menjadi cacatan yang sulit dilupakan. Bahkan beberapa negara rival Indonesia selalu menjadikan bahan ejekan, terutama Malaysia.
Namun kenangan kelam tersebut tampaknya akan hilang saat timnas Indonesia saat tandang ke kandang Bahraian (10/10/2024). Hal ini diungkap pula oleh Soha.vn, salah satu media Vietnam yang rajin mengulas timnas Indonesia.
“Tim Indonesia memperbesar peluangnya untuk “menagih hutang” dari lawannya setelah kalah 0-10, mematahkan tonggak sejarah tim Vietnam,” bunyi judul artikel Soha.vn, Senin (16/9/2024).
Keyakinan media Vietnam tersebut didasarkan pada apa yang diucapkan Erick Thohir beberapa waktu lalu. Saat itu Ketua Umum PSSI mengatakan akan mempercepat proses naturalisasi 2 pemain barunya, Eliano Reijnders dan Mees Hilgers.
Menurut Erick Thohir, diharapkan pada 19 September, proses naturalisasi selesai. Dengan demikian, kedua pemain tersebut dapat segera didaftarkan ke AFC untuk memperkuat timnas Indonesia saat tandang ke kandang Bahrain.
Kehadiran 2 pemain inilah yang dianggap sebagai amunisi tambahan timnas Indonesia. Khusus untuk Mees Hilgers, kualitas pemain satu ini tidak bisa dipandang enteng. Paling tidak hal ini dapat dilihat dari nilai transfernya. Menurut Transfermarkt nilai pemain FC Twente ini mencapai 121,67 miliar.
Amunisi baru inilah yang diprediksi bakal mampu mengobrak-abrik Bahrain. Apalagi Bahrain dalam keadaan terluka pasca diamuk Jepang dengan skor telak 0-5. Indonesia sendiri dalam 2 pertandingan awalnya mampu menahan imbang 2 raksasa Asia, Arab Saudi dan Australia.
Raihan poin saat tandang ke kandang Bahrain tentu saja sangat penting bagi timnas Indonesia. Sebab poin tersebut akan jadi modal berharga langkah menuju Piala Dunia 2024. Shin Tae-yong sendiri sejak awal memang menjadikan Bahrain dan China sebagai tim yang akan dijadikan modal poin timnas Indonesia.
Hal ini terlihat dari ucapan pelatih asal Korea Selatan yang ‘hanya’ menarget posisi 3 atau 4 di grup C. Dalam pandangannya, secara realistis sangat sulit untuk meraih posisi 1 dan 2. Dengan target ini, Shin Tae-yong dengan segala cara pasti akan berusaha meraih poin dari Bahrain.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
Artikel Terkait
-
STY Bisa 'PHK' 3 Pemain Ini Jika Eliano Reijnders Gabung ke Timnas Indonesia
-
Kisah Mahali Jasuli, Pemain Keturunan Gresik Bikin Malu Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Elkan Baggott dan 2 Andalan STY Dilupakan dan Mendadak Hilang di Liga Eropa
-
PSSI Targetkan Mees dan Eliano Didaftarkan September, Naturalisasi Selesai?
-
Pelatih Almere City: Senang Banget Dapat Thom Haye, Pengalaman Terbukti!
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Prediksi Brasil vs Haiti: Selecao Wajib Menang, Haiti Mampukah Bertahan?
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Ronaldo Tak Lagi Jadi Tumpuan? 3 Masalah Utama Portugal yang Wajib Diperbaiki
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
Terkini
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Ada Jakarta! U-Know TVXQ Bagikan Jadwal Tur Konser Solo Perdana di Asia
-
SpesifikasiDell XPS 13 Terbaru, Laptop Ringan dengan Snapdragon X Elite dan Fitur Copilot+
-
Novel The Arson Project, Dilema Antara Keadilan Hukum dan Pembalasan Pribadi
-
Sebuah Ironi: Saat Akses Pendidikan Kalah Cepat dari Program Makan Siang