Kehadiran para pemain keturunan yang memperkuat Timnas Indonesia melalui proses naturalisasi masih kerap menimbulkan pro dan kontra.
Narasi yang menyatakan keraguan terhadap nasionalisme Jay Idzes dan rekan-rekannya tak jarang bermunculan, terutama usai skuad Garuda menahan imbang dua raksasa Asia di kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga.
Di balik performa gemilang yang membanggakan sebagian besar suporter, memang pastinya akan tetap ada komentar-komentar sumbang yang menyatakan ketidaksukaannya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memasang badan membela para pemain keturunan yang telah habis-habisan membela Indonesia di kancah internasional.
“Mereka sangat Indonesia. Jangan pernah mempertanyakan merah putih mereka,” kata Erick Thohir seperti dikutip dari laporan Antara News, Sabtu (21/9/2024).
Menurutnya, para pesepak bola naturalisasi mempunyai rasa cinta dan kebanggaan yang mendalam untuk Indonesia. Sebab mereka memang memiliki garis keturunan Indonesia dari orang tua maupun kakek dan nenek yang merupakan warga negara Indonesia.
Adapun pergantian kewarganegaraan juga dilakukan berdasarkan keinginan pribadi. Hal inilah yang disebut-sebut membuat para pemain selalu berusaha tampil semaksimal mungkin demi Timnas Indonesia, karena memang niat yang murni telah muncul dari dalam hati.
Sebagai contoh, Erick Thohir menyoroti sikap Mees Hilgers. Diketahui, pemain FC Twente tersebut tengah memproses naturalisasi dan hanya tinggal menunggu Keputusan Presiden dari Presiden Joko Widodo, kemudian menjalani sumpah WNI.
Baru-baru ini Erick mengaku melihat rekaman video Mees Hilgers mendatangi para penonton asal Indonesia yang membawa bendera tanah air di Stadion De Groslch Veste, Enschede, Belanda. Mees membawa timnya untuk menundukkan SC Heerenven dengan skor 2-0.
Usai pertandingan, Mees berfoto dengan membentangkan bendera merah putih, tak lupa sembari tersenyum lebar. Sontak saja tingkah sang pemain langsung disambut reaksi positif oleh para suporter di jagat maya.
“Itulah nasionalisme. Mees itu ibunya orang Manado. Ibunya sering pulang ke Manado untuk melihat yayasan tunanetra yang dibinanya,” sambung Erick Thohir.
Ia menilai, nasionalisme seharusnya tidak dibenturkan dengan pandangan-pandangan yang bersifat kontroversi. Menteri BUMN tersebut turut menegaskan bahwa naturalisasi adalah salah satu upaya federasi untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia yang diakukan secara berkesinambungan dan jangka panjang.
“Yang namanya pembangunan timnas itu bukan hanya dilihat dari sisi jangka pendek atau shortcut (jalan pintas-red) atau quick win (percepatan). Semua harus berkesinambungan," tutupnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tayang Mei, Drama Korea Second Shot at Love Bagikan Bagan Karakter Desa Bocheon
-
Klasemen BRI Liga 1 usai Persib Bandung Pesta Gol, PSS Sleman Bakal Terdegradasi?
-
Buka-bukaan! Joey Pelupessy Bongkar Kepribadian Asli Patrick Kluivert
-
Bali United Kembali ke Jalur Kemenangan, Stefano Cugurra Incar Happy Ending
-
Marc Klok Janji Tampil All Out, Persib Harus Main Tega saat Jamu PSS Sleman
Artikel Terkait
-
Hadirnya Pascal Struijk Ancam Posisi Duo Kapten Timnas Indonesia, Kok Bisa?
-
Sejarah Penggunaan Anggaran untuk Klub Sepak Bola, Bakal Dihidupkan Lagi?
-
Pascal Struijk Bisa Ancam Jay Idzes? Bakal Ada Dua Matahari Kembar di Timnas Indonesia
-
Fantastis! 1 Pascal Struijk Kalahkan 11 Pemain China
-
Lika-liku Perjalanan Hidup Revi Mariska: Pernah 'Gila' Kini Jadi Advokat
Hobi
-
Sudirman Cup 2025: Indonesia Raih Kemenangan Sempurna di Laga Pertama
-
Kuala Lumpur City Incar Pemain Indonesia, 3 Nama Ini Berpeluang Bergabung
-
Ingin Maju? 3 Hal Ini Harus Dibenahi dari Pesepakbolaan Putri di Indonesia
-
Klasemen BRI Liga 1 usai Persib Bandung Pesta Gol, PSS Sleman Bakal Terdegradasi?
-
Sudirman Cup 2025: Jadwal Laga Hari Pertama Babak Group Stage
Terkini
-
Jerat Wisuda dan Suara yang Tersesat
-
Sinopsis Drama Reborn, Drama Genre Misteri yang Dibintangi Zhang Jingyi
-
Menyoal Mentalitas Jangka Pendek di Balik Wisuda Sekolah ala Dedi Mulyadi
-
Ulasan Novel Re: dan Perempuan: Kisah Sunyi yang Paling Berisik di Hati
-
Kenapa Film Salvable Jadi Drama Kriminal yang Layak Dinantikan?