Sebuah tuntutan besar kini dihadapkan kepada pemain tengah Timnas Indonesia, Thom Haye. Jelang laga melawan Bahrain yang bakal dimainkan pada Kamis (10/10/2024) besok, pemain berdarah Indonesia-Belanda tersebut dituntut untuk bisa menampilkan permainan versi terbaiknya.
Hal ini tak lepas dari berbedanya kondisi yang kini dialami oleh Thom Haye maupun Timnas Indonesia. Di mana, dari sisi sang pemain, dirinya kini secara resmi telah merapat ke Almere City dan bermain reguler di klub Liga Belanda tersebut, dan dari sudut pandang Timnas Indonesia, Pasukan Garuda bakal menghadapi lawan yang relatif berimbang kekuatannya.
Lantas, apa korelasinya? Jika ditelaah lebih mendalam, sejatinya tuntutan kepada Thom Haye agar dirinya bermain lebih baik daripada dua laga sebelumnya bersama Timnas Indonesia adalah sebuah hal yang wajar. Jika di dua laga melawan Arab Saudi dan Australia dirinya saat itu masih berstatus belum memiliki klub, maka tidak demikian halnya dengan kondisi saat ini.
Mengacu laman Transfermarkt, pemain tengah berusia 29 tahun itu terikkat kontrak dengan Almere City semenjak 13 September 2024 lalu. Tentunya hal ini membuat ritme yang dimiliki oleh Haye berubah.
Sebelum mendapatkan klub, dirinya mungkin masih belum bisa bermain maksimal karena tak terkondisikan dengan pertandingan-pertandingan keras di liga, sementara setelah bergabung dengan Almere City klubnya sekarang, dirinya sudah kembali terbiasa dengan tekanan serta atmosfer pertandingan yang tentunya sangat membantu pola mainnya saat berlaga di pentas internasional.
Pun demikian halnya dengan lawan yang akan dihadapi. Dipandang dari kondisi yang kini dihadapi oleh Timnas Indonesia, laga melawan Bahrain tentunya tak akan seberat dua laga awal saat Indonesia bertarung melawan Australia maupun Arab Saudi.
Dengan tipikal permainan yang flamboyan dan bukan seorang petarung, tentunya Thom Haye akan lebih sulit berkembang ketika dirinya bermain melawan tim-tim yang memiliki level beberapa tingkat di atas Timnas Indonesia.
Tipikal permainan stylish seperti yang dimiliki oleh Thom Haye, akan sangat berguna ketika Timnas Indonesia bermain melawan tim yang memiliki level setara, ataupun jika berbeda level, tingkatannya tak terlalu jauh dari Pasukan Garuda.
Jadi, mau tak mau Thom Haye harus bisa menampilka performa terbaiknya di laga melawan Bahrain maupun China nanti. Karena selain situasi dan kondisi sudah mendukung, hal itu juga merupakan sebuah keharusan agar target kemenangan bisa terealisasikan dengan segera.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
-
Bagi Seorang Ayah seperti Saya, Bulan Ramadan Justru Datangkan Perasaan Ngenes yang Berganda
-
Dapat Pekerjaan Baru, Patrick Kluivert Bakal Bikin Timnas Suriname Melesat Tajam! Tapi ke Mana?
-
Elkan Baggott Nyatakan Siap Comeback, Justin Hubner Harus Siap Jadi Tumbal The Big Elk!
Artikel Terkait
-
Jawaban Maarten Paes Ditanya Bisa Main Lawan Bahrain atau Tidak
-
Shin Tae-yong Tolak Halus Perintah Erick Thohir Jelang Lawan Bahrain, Kenapa?
-
Marc Klok Ungkap Borok Sepak Bola Indonesia yang Tak Banyak Disuarakan
-
Pesan Erick Thohir ke Kevin Diks: Kalau Dia Datang...
-
Bukan Cara Bermain, Timnas Indonesia Juga Harus Waspadai 3 Hal Ini saat Berjumpa Bahrain
Hobi
-
Double Podium di MotoGP Brasil 2026, Jorge Martin Telah Kembali!
-
5 Tim Ini Pernah Ngerasain Jadi Juara yang Tak Dianggap: Ada Senegal dan Juventus!
-
Jelang FIFA Series, 5 Pemain Timnas Indonesia Ini Diprediksi Tampil Gacor
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
Terkini
-
Drakor Memasak Final Table Umumkan Jajaran Pemain, Siap Tayang Paruh Kedua
-
Renungan Jujur Pasca Lebaran: Euforia Usai, Makna Apa yang Tertinggal?
-
Park Eun Bin Pertimbangkan Peran Antagonis di Drama Saeguk The Wicked Queen
-
Menyoal Tahanan Rumah Eks Menteri Agama Yaqut: Kenapa Begitu Istimewa?
-
Mengapa Keputusan Negara Gagal Jika Tanpa Diskusi Publik? Menelisik Kasus BOP dan MBG