Pertarungan lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia akan dijalani oleh Timnas Indonesia di pertengahan bulan Oktober 2024 ini. Menyadur laman Suara.com pada Rabu (9/10/2024), anak asuh Shin Tae-yong tersebut akan memainkan laga melawan Bahrain pada Kamis (10/10/2024).
Selain harus fokus dengan taktik dan strategi yang dimainkan oleh sang calon lawan, sejatinya ada tiga hal yang juga harus diwaspadai oleh Pasukan Merah Putih di laga tersebut.
Sayangnya, tiga hal ini tidak masuk dalam ranah taktik dan skill bermain, namun lebih bersifat nonteknis sehingga kadang menjadi sebuah hal yang luput dari perhatian.
Kira-kira apa sajakah tiga hal tersebut? Mari kita ulas bersama!
1. Sering Memancing Emosi Pemain Lawan
Hal pertama yang harus diwaspadai oleh para pemain Timnas Indonesia adalah kebiasaan pemain Bahrain untuk memancing emosi para pemain lawan. Hal ini bahkan sudah memakan korban di match day pertama lalu saat Bahrain bersua dengan Australia.
Dilansir laman Transfermarkt, provokasi-provokasi yang dilakukan oleh para pemain Bahrain bahkan sampai membuat amarah para pemain Australia terbakar.
Hasilnya adalah, mereka bisa membuat para pemain Australia terpancing, dan berpuncak pada diusirnya Kusini Yengi pada menit ke-77 pertandingan.
2. Kerap Mengulur-ulur Waktu
Seperti halnya tim-tim yang berasal dari kawasan Timur Tengah, Bahrain juga sering melakukan taktik ini saat mereka dalam jalur target. Ketika mereka menargetkan seri atau tertekan, para pemain Bahrain ini akan memainkan sepak bola delay yang tentunya mengganggu ritme permainan sang lawan.
Dan lebih parah lagi tentunya ketika mereka tengah dalam posisi unggul. Hal-hal kecil yang terjadi di lapangan seperti kontak minim yang terjadi, akan menjadi sebuah modal berharga bagi mereka untuk berguling-guling sekaligus mendelay permainan agar lebih melambat lagi.
Dan buktinya sudah bisa kita lihat bersama, dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube RCTI Entertainment, Australia menjadi korban dari aksi yang mereka lakukan ini.
3. Sering Mendapatkan Keuntungan dari Kepemimpinan Wasit
Sudah bukan sebuah rahasia lagi jika tim-tim dari kawasan Teluk, sering mendapatkan keuntungan dari kepemimpinan wasit yang memimpin jalannya laga. Meskipun tak selalu, namun para penggemar Timnas Indonesia tentunya sudah mafhum dengan banyaknya momen-momen merugikan ketika Pasukan Garuda harus "dikerjai" oleh wasit saat bertemu dengan tim dari kawasan Timur Tengah.
Dan hal inilah yang kita perlu khawatirkan saat ini. Pasalnya, di pentas Piala Asia U-23 lalu, saat Indonesia bertemu dengan negara-negara yang sekawasan dengan Bahrain, kepemimpinan wasit cenderung memihak sang lawan dan merugikan Indonesia.
Itulah 3 hal yang patut untuk diwaspadai oleh Timnas Indonesia saat berjumpa dengan Bahrain. Semoga saja di laga tanggal 10 Oktober nanti, Timnas Indonesia bisa menghadapi hal-hal seperti ini dengan baik ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
-
John Herdman, FIFA Series 2026 dan Lini Tengah Skuat Final yang Tak Lagi Jadi Dapur Pacu Serangan
-
Ironisme Skuat Final FIFA Series 2026: Saat Pemain Paling Menjanjikan Harus Ternafikan
-
Review Skuat Final FIFA Series 2026: Dipenuhi Pekerja Keras, tapi Minim Pemilik Kreativitas
-
Tetapkan Skuat Final, Ini 3 Titik Kelemahan Pasukan Garuda di FIFA Series 2026 Era John Herdman
Artikel Terkait
-
Perbandingan Nilai Pasar Kevin Diks Vs Jay Idzes, Bek Copenhagen Beri Sinyal Ingin ke Jakarta
-
Hati-hati Hadapi Bahrain, 11 Pemain Timnas Indonesia Bisa Absen Lawan China
-
Presenter TV Ini Sebut Timnas Indonesia dengan 'Garuda Bule', Netizen Murka
-
Mengenal Stadion Nasional Bahrain, Arena 'Perang' antara Bahrain vs Timnas Indonesia
-
Bahrain vs Timnas Indonesia Jadi Laga Spesial Shin Tae-yong
Hobi
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
-
Alasan Logis di Balik Pemulangan Dean James: Demi Mental Pemain, Bukan Karena Performa!
-
Erick Thohir Optimis Timnas Indonesia Unjuk Energi Baru di FIFA Series 2026
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Otak-atik Skuad Timnas di FIFA Series Tanpa Gelandang Serang: Apa Siasat John Herdman?
Terkini
-
Ulasan Novel Kerumunan Terakhir, Pudarnya Batas Realitas Kehidupan
-
Nostalgia Orde Baru: Mengenang Masa Ketika TVRI Jadi Satu-Satunya Jendela Piala Dunia
-
Surat untuk Masa Mudaku: Film tentang Penerimaan atas Luka Masa Kecil
-
Waspada! 5 Kebiasaan Online Sepele yang Diam-Diam Mengancam Keamanan Data Anda
-
Konten 'Back to Reality' di Media Sosial dan Narasi Kolektif Pasca Lebaran