Kabar yang kembali mengejutkan datang dari timnas Indonesia. Kali ini, PSSI disebut-sebut akan memulai proses naturalisasi dari salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda, yakni Miliano Jonathans. Melansir dari laman berita suara.com, kabar tersebut diketahui setelah pelatih timnas Indonesia, yakni Shin Tae-yong disebut-sebut tengah menjalin komunikasi secara personal dengan Miliano Jonathans. Hal ini kian menguatkan rumor pemain berusia 20 tahun tersebut akan dinaturalisasi kedepannya.
“Kabar ketertarikan PSSI terhadap Miliano Jonathans pertama kali mencuat setelah sang pelatih, Shin Tae-yong, dikabarkan telah menjalin komunikasi langsung dengan pemain berusia 20 tahun tersebut. Keputusan untuk menaturalisasi Miliano dinilai sangat tepat, mengingat lini depan Timnas Indonesia saat ini masih membutuhkan sosok penyerang yang tajam dan kreatif,” tulis laporan media suara.com (21/10/2024).
Miliano Jonathans sendiri kini bermain untuk tim asal liga Belanda, yakni Vitesse Arnheim. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pemain yang memiliki darah Indonesia dari ayahnya tersebut sudah bermain sebanyak 10 kali di Eerste Divisie atau kasta ke-2 liga Belanda dan telah mencetak 6 gol serta membukukan 2 asisst.
Miliano Jonathans Disiapkan Menjadi Pesaing Witan Sulaeman?
Kehadiran Miliano Jonathans sendiri di timnas Indonesia tentunya diprediksi akan kian memperdalam kedalaman skuad di sektor winger kanan. Pasalnya, pemain berpostur 178 cm merupakan pemain winger kanan murni kendati bisa juga bermain di posisi penyerang tengah dan gelandang serang.
Hal ini membuat sektor winger kanan yang sejauh ini selalu dikuasai atau ditempati oleh Witan Sulaeman akan kian menumpuk pemain yang memiliki kualitas cukup baik. Sejauh ini, hanya ada nama Malik Risaldi dan Witan Sulaeman yang berposisi sebagai winger kanan murni. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa Witan Sulaeman lebih selalu menjadi pilihan utama Shin Tae-yong di sektor sayap kanan dibanding Malik Risaldi.
Dengan kata lain, hadirnya Miliano Jonathans tentunya bisa menjadi pesaing yang sepadan bagi winger berusia 22 tahun tersebut. Tentunya kemampuan versatile yang juga dimiliki oleh Miliano Jonathans juga bisa memberikan opsi bagi pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong kedepannya dalam urusan taktik dan strategi.
Jadi, apakah wacana untuk menaturalisasi Miliano Jonathans sudah tepat sasaran dan layak dilakukan?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Jay Idzes Jadi Starter dan Main Penuh saat Venezia FC Dibungkam Atalanta
-
Kabar Terbaru Mauro Ziljstra, Kapan Striker 19 Tahun Bela Timnas Indonesia?
-
Asal Usul Darah Indonesia Thomas Poll: Muka Bule Banget, Hobi Makan Gado-gado, Siap Bela Garuda
-
Tak Terpakai di Liga Korea, Pratama Arhan Berpeluang 'Pulang Kampung'?
-
Teman Dekat Prabowo, 3 Negara Top yang Bisa Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam