Geliat naturalisasi di tubuh timnas Indonesia kian hari kian ramai. Setelah sebelumnya PSSI sudah bergerak akan menaturalisasi Kevin Diks dan dirumorkan segera menaturalisasi Miliano Jonathans, kini ada kabar lain bahwa salah satu pemain keturunan Indonesia-Belanda disebut-sebut akan segera bersegaram skuad garuda. Pemain yang dimaksud adalah bek asal klub Inggris, Leeds United, Pascal Struijk.
Melansir dari laman media Belanda, VoetbalPrimeur, bek berusia 25 tahun tersebut disebut-sebut akan segera membela timnas Indonesia. Dalam laporan tersebut, Pascal Struijk juga disebut cukup terbuka untuk dinaturalisasi kendati tak dalam waktu dekat ini.
“Dan satu orang yang tidak banyak disebutkan. Pascal Struijk diizinkan untuk bermain di timnas Indonesia. Dia adalah pemain yang luar biasa,” ujar voetbalprimeur.nl.
Sebelumnya, Pascal Struijk memang disebut-sebut tengah menjadi incara Shin Tae-yong di lini belakang sebelum hadirnya Jay Idzes dan Mees Hilgers. Namun, sang pemain kala itu belum memberikan respon apapun dan lebih memilih fokus kepada klubnya saat ini. Akan tetapi, kini rumor terbaru menyebutkan Pascal Struijk cukup tertarik untuk membela timnas Indonesia kedepannya.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, Pascal Struijk sendiri pernah membela timnas Belanda U-17 dan telah mencatatkan 3 caps bersama skuad muda tim “De Oranje”. Namun, hingga saat ini, pemain berpostur 190 cm ini belum mendapatkan pemanggilan dari timnas senior Belanda. Hal inilah yang membuat pemain jebolan akademi ADO Den Haag dan Ajax Amsterdam tersebut berpeluang membela timnas Indonesia yang notabene merupakan tanah leluhurnya.
Hadirnya Pascal Struijk Bisa Membuat Jordi Amat Pensiun dari Timnas?
Jika nantinya Pascal Struijk benar-benar dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia, kemungkinan besar hal ini akan membuat nama Jordi Amat akan ditepikan terlebih dahulu dari skuad garuda atau justru akan membuat pemain keturunan Spanyol-Indonesia tersebut pensiun dari laga internasional bersama tim nasional.
Pasalnya, Jordi Amat sendiri yang kini telah berusia 32 tahun disebut-sebut telah mengalami penurunan performa yang membuatnya beberapa kali tak dimainkan oleh Shin Tae-yong. Selain itu, faktor kerap kali didera cedera membuat bek asal klub Johor Darul Ta’zim tersebut juga berpeluang akan tergantikan dengan Pascal Struijk yang lebih muda dan menjadi andalan di klub Inggris, Leeds United.
Dua faktor di atas inilah yang kemungkinan besar dapat membuat Jordi Amat akan segera memasuki masa pensiunnya bersama timnas Indonesia jika Pascal Struijk dinaturalisasi kedepannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
Hadapi Kuwait, Timnas Indonesia U-17 Diharapkan Mampu Raih Kemenangan
-
PSSI Siap Naturalisasi Miliano Jonathans, Jadi Pesaing Witan Sulaeman?
-
Jay Idzes Jadi Starter dan Main Penuh saat Venezia FC Dibungkam Atalanta
-
Kabar Terbaru Mauro Ziljstra, Kapan Striker 19 Tahun Bela Timnas Indonesia?
-
Asal Usul Darah Indonesia Thomas Poll: Muka Bule Banget, Hobi Makan Gado-gado, Siap Bela Garuda
Hobi
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
-
Piala Presiden 2026: Persebaya Pastikan Tiket Semifinal usai Tekuk PSMS
-
Piala Presiden 2026 Hari Ini: Persebaya Tantang PSMS demi Tiket Semifinal
-
Jadwal Perempat Final VNL Putra 2026 Hari Ini: Jepang Hadapi China, Slovenia Ditantang Turki!
Terkini
-
Portofolio Digital Jadi Ijazah Baru, Senjata Gen Z Tembus Dunia Kerja?
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!
-
Budaya Menghakimi Era Digital: di Balik Layar, Dia Tetaplah Seorang Manusia
-
Cermin Politik Hari Ini: Ketika Fanatisme Memaklumi Etika yang Terabaikan