Beberapa hari terakhir, rumor kiper keturunan Indonesia-Italia, yakni Emil Audero Mulyadi dikabarkan tertarik untuk membela timnas Indonesia. Melansir dari laman berita suara.com (18/12/2024), kiper yang kini membela klub Italia, FC Como 1907 ini menyebutkan bahwa dirinya sempat berbicara dengan ketua umum PSSI, Erick Thohir dan membahas mengenai peluang naturalisasi dan membela timnas Indonesia.
Sebelumnya, akun twitter @agamaprilio_18 juga menyebutkan bahwa mantan kiper klub FC Sampdoria ini sudah bertemu dengan Erick Thohir dan membahas peluang dinaturalisasi. Namun, hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut lagi mengenai kebenaran rumor tersebut.
“Emil Audero bilang kalau dia pengen gabung timnas tapi belum ada kabar terbaru dari pak Erik,” tulis akun twitter/X @agamaprilio_18.
Peluang Gabung ke Timnas Indonesia, Emil Audero Bisa Geser 2 Nama Ini?
Rumor berminatnya Emil Audero Mulyadi untuk dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia di kemudian hari memang cukup menggemparkan. Pasalnya, sejauh ini skuad garuda memang masih memiliki beberapa nama kiper yang cukup mumpuni seperti Maarten Paes, Ernando Ari dan Nadeo Argawinata di sektor penjaga gawang.
Namun, apabila rumor tersebut benar-benar terealisasikan, bukan tak mungkin Emil Audero akan menjadi pilihan ke-2 atau justru ke-1 di sektor kiper timnas Indonesia. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pengalamannya selama kurang lebih 10 di liga Eropa tentunya menjadi jaminan baginya akan sering masuk line-up atau pemain skuad cadangan di timnas Indonesia.
Di sisi lain, kiper berusia 29 tahun ini juga kemungkinan akan menggeser 2 nama lainnya di sektor kiper timnas Indonesia. Dua nama yang berpeluang digeser dengan hadirnya Emil Audero adalah Nadeo Argawinata dan Adi Satriyo. Kedua nama tersebut memang sejauh ini cukup kalah saing di sektor kiper timnas Indonesia dibandingkan Maarten Paes dan Ernando Ari.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, Nadeo Argawinata sendiri memang sempat menjadi pilihan utama di sektor kiper timnas Indonesia pada kurun tahun 2020-2023. Akan tetapi, performanya yang cenderung tak stabil membuat kini posisinya tergeser oleh Ernando Ari dan Maarten Paes.
Di sisi lain, Adi Satriyo juga bernasib yang terlalu baik di sektor kiper timnas Indonesia. Dirinya hanya dianggap menjadi kiper pilihan ke-4 setelah Maarten Paes, Ernando Ari dan Nadeo Argawinata. Kini, dengan peluang hadirnya nama Emil Audero, kiper berpostur 180 cm ini diprediksi kian kesulitan menembus deretan kiper utama timnas Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Apa yang Bisa Ditawarkan Eks Feyenoord jika Dinaturalisasi Timnas Indonesia?
-
Jalan Sulit Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2024, Hindari Kesalahan Ini
-
Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Australia andai Pemain Keturunan MU Gabung pada Maret 2025
-
Statistik Gila Thailand di Piala AFF 2024, Timnas Indonesia Jangan Gemetar Yah
-
PSSI Masih Cari Kiper untuk Timnas Indonesa, Tanda Incar Emil Audero?
Hobi
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
Terkini
-
Sinopsis Toy Story 5, Usaha Woody dan Mainan Hidup Lawan Kehadiran Gadget
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Review The Motorcycle Diaries: Awal Mula Lahirnya Sang Che Guevara
-
Lari dari Adiksi Gawai dan Stres Domestik: Para Ibu di Klabu Temukan Kewarasan Lewat Literasi
-
Kopdes Merah Putih: Niat Mulia Memutus Rantai Tengkulak atau Proyek Ambisius yang Terburu-buru?