Dua partai terakhir bertajuk babak final ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 bakal mempertemukan Thailand dan Vietnam. Sama halnya dengan format turnamen edisi sebelumnya, partai final gelaran kali ini juga akan dimainkan sebanyak dua kali, di mana masing-masing kesebelasan akan bertindak sebagai tim tamu dan juga tim tuan rumah.
Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh laman AFF maupun aseanutdfc, partai final ini sendiri akan dimainkan tanggal 2 dan 5 Januari 2025. Dari sumber yang sama dijelaskan, Timnas Vietnam akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dahulu pada tanggal 2 Januari, baru kemudian Timnas Thailand yang akan menggelar laga kandang pada 5 Januari.
Bertandang ke markas Vietnam terlebih dahulu sejatinya bukanlah sebuah masalah yang besar bagi Pasukan Gajah Perang. Bukan bermaksud untuk meremehkan, namun secara sejarah, Thailand memang jauh lebih superior dibandingkan sang calon lawan.
Meskipun sempat juga merasakan kekalahan 1-2 ketika mereka bertarung di leg pertama babak final Piala AFF edisi 2008, namun setelah itu Thailand selalu saja bisa memaksakan minimal hasil imbang ketika melawat ke kandang The Golden Dragon Squad.
Bahkan, jika kita mengacu data yang ada di laman 11v11, pasca kekalahan yang didapatkan oleh Thailand di kandang Vietnam tahun 2008 tersebut, mereka tak lagi menelan kekalahan ketika bermain di markas sang musuh.
Termasuk, ketika mereka melawat ke kandang Vietnam di leg pertama partai final Piala AFF 2022 lalu. Pada kejuaraan yang pada akhirnya dimenangi oleh Thailand tersebut, Pasukan Gajah Perang berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 di kandang lawan, sebelum pada akhirnya sukses memukul sang rival dengan skor 1-0 saat bertindak sebagai tuan rumah.
Hal ini juga semakin diperkuat dengan hasil uji coba terakhir yang dijalani oleh kedua kesebelasan. Menurut catatan 11v11, Thailand dan Vietnam menggelar laga persahabatan pada tanggal 10 September 2024 lalu.
Bertempat di My Dinh National Stadium yang merupakan tempat angker bagi kebanyakan tim dari Asia Tenggara, Thailand justru berhasil mengungguli tuan rumah dengan skor tipis 2-1 melalui gol yang diciptakan oleh Suphanat Mueanta dan Patrik Gustavsson yang saat ini juga masih berada dalam skuat.
Jadi, sekali lagi, harus memainkan laga di kandang Vietnam terlebih dahulu sejatinya bukanlah sebuah masalah besar bagi Timnas Thailand. Karena selain lebih superior, Thailand sendiri sudah tak asing dengan kemenangan saat bertandang ke markas Vietnam.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
AFC Harusnya Malu, Negara yang Mereka Anak Tirikan Justru Jadi Penjaga Marwah Sepak Bola Asia
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
Artikel Terkait
-
Jeju Air Jatuh, Satu Keluarga Jadi Korban: Ini Terlalu Sulit Dipercaya
-
Thailand vs Vietnam: Saling Mengalahkan di Final, tapi Pasukan Gajah Perang Lebih Superior
-
Junior Elkan Baggott Berpeluang Bela Thailand, Kini Bekarier di Man United
-
Kim Sang-sik Ibaratkan Thailand Sebagai Gunung Besar, Vietnam Mulai Gentar?
-
Dapat Kontrak Baru dari Port FC, Asnawi Buktikan Kualitasnya di Lapangan
Hobi
-
Meski Pulang dengan Satu Poin, Qatar Tetap Layak Dilabeli Badut Asia di Pentas Piala Dunia Kali Ini
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
Piala Dunia 2026: Cetak Rekor, Erling Haaland Kian dekat Raih Gelar Topskor
-
Prediksi Curacao vs Pantai Gading: Misi Panas Kedua Tim di Philadelphia
Terkini
-
Ledakan Pengangguran: Membaca Persoalan di Balik Ketergantungan pada MBG
-
Film Kriminal Korea Scandal Rampung Syuting, Siap Tayang 2027
-
Rakyat Bukan Ayam: Mengatasi Lapar dengan Martabat, Bukan Sekadar Bantuan
-
Saat Fisika Bertemu Bela Diri: Seni Mengalahkan Lawan Tanpa Kekuatan Kasar Lewat Jiu-Jitsu
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan