Bek timnas Indonesia, Pratama Arhan baru-baru ini diberitakan telah resmi hengkang dari klubnya, yakni Suwon FC. Melansir dari akun Instagram klub asal Korea Selatan tersebut, @suwonfc, bek berusia 23 tahun tersebut resmi diumumkan berpisah dengan tim yang berkompetisi di kasta ke-1 liga Korea Selatan tersebut dan kini berstatus tanpa klub.
Kini, pemain yang dikenal memiliki kemampuan lemparan jarak jauh tersebut telah berstatus free-agent atau tanpa klub.
Beberapa klub di liga Indonesia seperti PSIS Semarang, Semen Padang FC dan Persebaya menyatakan tertarik mendatangkan Pratama Arhan.
Namun, pemain yang bersangkutan kemungkinan besar masih akan berkarier di luar negeri atau abroad meski menjalani musim yang kurang baik bersama Suwon FC. Kali ini ada beberapa liga di luar negeri yang bisa menjadi opsi bagi kelanjutan karir Pratama Arhan.
1.Liga Thailand
Salah satu liga yang dirasa cukup cocok untuk kelanjutan karier Pratama Arhan di luar negeri adalah Liga Thailand.
Melansir dari laman berita Suara.com (02/01/2025), liga Thailand memang pernah dan saat ini memiliki beberapa pemain yang berkarir di kompetisinya.
Beberapa nama seperti Yanti Basna, Asnawi Mangkualam dan Ronaldo Kwateh merupakan beberapa pemain Indonesia yang berkarier di Thailand.
Di sisi lain, beberapa klub Thailand juga pernah menyatakan minat untuk merekrut Pratama Arhan beberapa waktu lalu.
Beberapa klub seperti Buriram United, Muangthong United hingga Chonburi FC pernah menyatakan minat terhadap pemain yang sudah mencetak 3 gol bagi timnas Indonesia tersebut.
2. Liga Malaysia
Liga Malaysia juga bisa menjadi tempat berkarier selanjutnya bagi Pratama Arhan di luar negeri. Atmosfir liga yang tidak jauh berbeda dengan liga Indonesia membuat liga Malaysia bisa menjadi salah satu destinasi berkarier para pemain asal Indonesia.
Tercatat, 2 pemain timnas Indonesia kini berkarir di liga Malaysia, yakni Jordi Amat bersama Johor Darul Ta’zim dan Saddil Ramdani bersama Sabah FC.
3. Liga Singapura
Liga Singapura juga bisa menjadi tempat kelanjutan karier dari Pratama Arhan. Atmosfir liga yang mirip dengan liga Indonesia, Malaysia dan Thailand bisa menjadi pertimbangan bagi Pratama Arhan untuk melanjutkan karier disana dengan kemungkina menit bermain yang cukup.
Namun, hingga saat ini memang belum ada klub manapun di liga Singapura yang berminat mendatangkan Pratama Arhan.
Nah, itulah beberapa liga di luar negeri yang bisa dijadikan tempat berkarier selanjutnya dari Pratama Arhan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Resmi Gabung Oxford United, Ini 3 Pesaing Ole Romeny di Sektor Lini Serang
-
Jejak Digital Shin Tae-yong Soal Rencana Tahun 2027 Jadi Omongan, Picu Patah Hati Nasional
-
Catatan Hitam Patrick Kluivert Calon Pengganti STY: Punya Utang Judi Rp16 M
-
Shin Tae-yong: Kalau Itu Terjadi, Terburuknya Dapat...
-
Giovanni van Bronckhorst Pengganti STY? PSSI Wajib Punya Duit Rp108 M
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel
-
Kedaulatan di Ujung Algoritma: Alasan Saya Stop Mengikuti Rekomendasi FYP