Kabar yang cukup menggemparkan datang dari pesepakbolaan Indonesia. Melansir dari laman resmi PSSI, induk sepakbola di Indonesia tersebut resmi mengkahiri kontrak Shin Tae-yong di kursi kepala timnas Indonesia senior dan timnas Indonesia U-23.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut resmi diberhentikan dari jabatannya usai timnas Indonesia mengalami hasil buruk di ajang ASEAN Mitsubishi Electric Championship 2024.
Meskipun sudah bukan lagi pelatih kepala di timnas Indonesia, Shin Tae-yong yang selama 5 tahun melatih skuad garuda tentunya memiliki beberapa warisan untuk pesepakbolaan Indonesia. Berikut adalah tiga warisan Shin Tae-yong di pesepakbolaan Indonesia selama 5 tahun kariernya.
1. Filosofi Sepakbola Modern
Salah satu hal yang cukup membekas dan menjadi warisan dari Shin Tae-yong adalah filosofi pesepakbolaan modern. Melansir dari laman Transfermarkt, Shin Tae-yong mewariskan filosofi permainan dan taktik sepakbola modern bagi timnas Indonesia, khususnya untuk gaya sepakbola di klub-klub Indonesia.
Beberapa klub di Indonesia kini secara tak langsung meniru gaya permainan Shin Tae-yong saat melatih timnas Indonesia. Beberapa hal seperti taktik bertahan dan menyerang
Kemampuan pemain yang cukup mobile atau dinamis, hingga trik dalam sepakbola seperti teknik lemparan ke dalam jarak jauh dan teknik tendangan bebas juga kerap kali diperagakan oleh klub-klub asal Indonesia saat ini.
2. Rekor Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia
Selama 5 tahun melatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong memiliki sejumlah rekor untuk skuad garuda. Melansir dari beberapa sumber di laman Suara.com, beberapa rekor tersebut antara lain, lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023, lolos ke putaran final Piala Asia 2027.
Sukses masuk sebagai semifinalis Piala Asia U-23 2024 dan juga rekor timnas Indonesia berada di ranking ke-125 dunia dalam 10 tahun terakhir. Tentunya masih banyak lagi rekor pelatih asal Korea Selatan tersebut yang tak disebutkan di atas untuk timnas Indonesia.
3. Pemahaman Kebugaran Fisik Dasar
Salah satu hal yang juga dianggap warisan Shin Tae-yong adalah pemahaman kebugaran fisik dasar bagi pesepakbola.
Tak dapat dipungkiri efek dari metode dan pemahaman Shin Tae-yong di timnas Indonesia, banyak pemain yang kini cukup gencar meningkatkan kemampuan fisik dasarnya agar dapat dilirik dan tembus ke tim nasional. Bahkan, hal ini diakui mampu mengubah cara berpikir pesepakbola di Indonesia agar lebih modern.
Nah, itulah tiga hal yang dianggap menjadi warisan Shin Tae-yong di pesepakbolaan Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
Artikel Terkait
-
Mungkinkah Pemecatan Shin Tae-yong Bentuk Puncak Kekecewaan Erick Thohir?
-
Reaksi Perdana Shin Tae-yong Pasca Dipecat: Tak Kuasa Tahan Tangis
-
Erick Thohir Pilih Pelatih Baru Karena Datang Wawancara Saat Natal, Indra Frimawan Melongo
-
Media Korsel Endus Gelagat Tak Baik PSSI: STY Ditusuk dari Belakang
-
Mamat Alkatiri Bawa Kabar Buruk dari Calon Pengganti Shin Tae-yong: Ini Tuh Beneran?
Hobi
-
Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia
-
Bukan Ducati! Ancaman Aprilia Juatru Datang dari Tim Satelitnya Sendiri
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
Terkini
-
Bedah Makna Video Musik 'Masih Ada Cahaya': Saat Kegelapan Bertemu Harapan
-
Sering Diabaikan, 4 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Laptop Cepat Rusak!
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Denyut Tradisi Bali dalam Bait-Bait 'Saiban' Karya Oka Rusmini