Pelatih Indra Sjafri akan kembali mendampingi anak asuhnya di Timnas Indonesia U-20 di laga terakhir mini turnamen bertajuk Mandiri U-20 Challenge Series 2025.
Menyadur laman Suara.com (24/1/2025), juru taktik asal Sumatera Barat tersebut akan beradu strategi melawan India pada Kamis (30/1/2025).
Setelah menuai dua hasil minor di laga melawan Yordania dan Suriah, memenangi laga terakhir melawan India adalah sebuah keniscayaan.
Bukan hanya tentang meraih 3 poin yang sejatinya sudah tak berpengaruh apa-apa di turnamen ini, tapi setidaknya ada 3 hal yang membuat coach Indra harus memforsir anak asuhnya untuk memenangi laga kali ini.
1. Kekuatan Lawan yang Relatif Lebih Lemah
Secara garis besar, tiga negara lain yang menjadi kontestan di mini turnamen ini sejatinya memiliki level kekuatan yang setara. Baik Yordania, Suriah, maupun India, ketiganya adalah negara level medioker di kancah persepakbolaan benua Asia, dan bisa dikatakan berada dalam satu kelas dengan Timnas Indonesia.
Namun, jika lebih dispesifikkan lagi, kekuatan Timnas India yang akan dihadapi oleh Pasukan Muda Merah Putih di laga terakhir, berada di bawah level Yordania maupun Suriah, sehingga kans bagi Timnas Indonesia untuk memenangi laga ini terbuka lebih lebar.
2. Bekal Menuju Putaran Final Piala Asia U-20
Menyadur laman AFC, putaran final Piala Asia U-20 sendiri akan dimulai pada 12 Februari hingga 1 Maret 2025 mendatang. Itu artinya, Pasukan Muda Merah Putih hanya memiliki waktu kurang dari dua pekan untuk bertarung di turnamen resmi level Asia ini.
Dan tentu saja sebelum terjun ke turnamen yang sesungguhnya, Timnas Indonesia membutuhkan bekal yang positif. Selain mengedepankan taktik dan strategi yang matang, modal psikologi juga tentunya menjadi hal yang cukup penting.
Dengan kemenangan melawan India, Pasukan Muda Merah Putih nantinya akan memiliki bekal positif untuk meningkatkan daya juang serta motivasi yang mereka miliki saat menantang tim-tim lain di putaran final gelaran.
3. Meningkatkan Kepercayaan dan Optimisme Pencinta Timnas Indonesia
Pasca menelan dua kali kekalahan kontra Yordania dan Suriah, Indra Sjafri dan Timnas Indonesia U-20 langsung dihujani kritikan pedas dari para pendukung Timnas Indonesia.
Tak hanya itu, bahkan tak sedikit di antara mereka yang pesimis dengan laju Pasukan Garuda Muda di Piala Asia U-20 mendatang, mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi nanti banyak yang memiliki kualitas di atas dua lawannya itu.
Tentunya, dengan kemenangan melawan India, kesan optimis para pendukung Timnas Indonesia bisa kembali muncul, dan akan berimbas pada dukungan penuh kepada mereka di turnamen resmi nanti.
Nah, itulah 3 alasan mengapa coach Indra dan anak asuhnya harus memenangi laga ketiga melawan india. Semoga saja bisa meraih poin sempurna ya!
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Drama China Love Between Lines: Dimulai dari Permainan, Menjadi Perasaan
-
Nauelle Patisserie, Keajaiban Rasa Premium yang Lahir dari Dapur Rumahan
-
Menulis sebagai Side Hustle, Sempat Merasa Berdosa karena Lakukan Hal Ini
-
Dibintangi Lim Ji Yeon, Ini 4 Alasan My Royal Nemesis Wajib Masuk Watchlist
-
Ulasan Film Ain: Menghadirkan Pesan Spiritual tentang Bahaya Hasad dan Iri