Kinerja lini tengah Timnas Indonesia masih menjadi sorotan dalam laga uji coba yang dibalut dalam mini turnamen empat negara.
Bagaimana tidak, pada dua pertandingan awal turnamen bertajuk Mandiri U-20 Challenge Series 2025 tersebut, lini yang seharusnya menjadi dapur pacu permainan Timnas Indonesia tersebut justru tampil melempem dan minim kreasi.
Alhasil, pada dua laga pertama Timnas Indonesia U-20 di turnamen ini, Pasukan Garuda Nusantara selalu saja harus menuai hasil minor.
Selain kalah 0-1 di laga pertama melawan Yordania yang hanya berkekuatan 10 pemain, anak asuh Indra Sjafri ini juga harus rela dihantam Suriah U-20 dengan skor lebih besar, 0-2.
Beruntungnya, di laga terakhir melawan India U-20, kinerja lini sentral ini beranjak membaik. Bukan hanya karena Timnas Indonesia U-20 berhasil menggulung India dengan skor empat gol tanpa balas, namun juga karena dapur pacu Pasukan Garuda Muda mulai panas dan bekerja dengan baik.
Menyadur laman match report transfermarkt, pada laga melawan India, Indra Sjafri memainkan trio Toni Firmansyah, Fafa Sheva dan Welber Jardim di awal laga.
Terlepas dari kualitas India U-20 yang masih berada di bawah mereka, namun kolaborasi ketiganya juga terlihat lebih padu jika dibandingkan dengan dua laga sebelumnya.
Dan tak hanya itu, ada satu hal lagi yang cukup mencuri perhatian, di mana pada laga melawan India tersebut, pemain muda Evandra Florasta, cukup berhasil dalam menghidupkan permainan lini tengah Indonesia.
Menyadur data yang ada di laman transfermarkt, Evandra Florasta sendiri baru dimainkan oleh Indra Sjafri ketika pertandingan memasuki menit ke-75. Pemain muda Bhayangkara Presisi tersebut masuk arena pertarungan dengan menggantikan Toni Firmansyah.
Berkolaborasi dengan Fafa Sheva dan Aditya Warman, Evandra yang saat ini baru berusia 16 tahun itu terbilang cukup mampu mengimbangi permainan dua seniornya.
Tak hanya itu, bahkan dalam 15 menit permainannya di lapangan, kehadiran Evandra membuat Adityawarman menjadi bebas untuk bergerak mengkreasikan peluang.
Uniknya lagi adalah, meskipun Evandra adalah pemain terakhir yang bergabung ke Timnas Indonesia U-20, namun dirinya sama sekali tak canggung ketika berbagi tugas.
Ketika Aditya Warman dan Fafa Sheva berkonsentrasi di area tengah pertarungan, Evandra beberapa kali memiliki inisiatif untuk melebar ataupun melakukan penetrasi di daerah permainan India dan menarik pemain lawan, sehingga secara otomatis membuka peluang pemain lain untuk melakukan pergerakan.
Dalam 15 menit permainan yang ditunjukkan, Evandra seolah memberikan pesan kepada coach Indra Sjafri dan khalayak, puzzle permainan lini tengah Timnas U-20 itu kini telah ditemukan dalam dirinya, dan siap untuk dipasangkan guna melengkapi rotor permainan Pasukan Muda Merah Putih.
Kira-kira, dengan usianya yang masih 16 tahun, Evandra akan dipilih oleh coach Indra Sjafri untuk menjadi bagian tim di putaran final Piala Asia U-20 bulan Februari mendatang atau tidak ya?
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Ulasan Novel Para Putra dan Pujaan Hati: Ketika Kasih Ibu Menjadi Belenggu
-
Review Cherophobia: Takut Bahagia Justru Menjauhkan Kita dari Kebahagiaan
-
Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan