Jelang pertarungan melawan Australia dan Bahrain di laga lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia kedatangan amunisi tambahan. Pemain yang kini merumput bersama Oxford United di divisi Championship Liga Inggris, Ole Romeny akhirnya resmi beralih kewarganegaraan.
Menyadur laman PSSI (8/2/2025), pemain berusia 24 tahun tersebut telah melakukan sumpah setia menjadi warga negara Indonesia pada Sabtu (8/2/2025) lalu di Inggris. Dari laman yang sama diinformasikan, pasca alih kewarganergaraan Romeny, ketua umum PSSI, Erick Thohir langsung menyambut baik momen tersebut.
Bahkan, dalam komentarnya, Erick Thohir juga menyatakan harapan tingginya agar Ole turut berperan mengangkat performa Timnas Indonesia. Tentunya, hal ini menjadi sebuah hal yang cukup wajar, mengingat kualitas yang dimiliki sang pemain memang cukup mumpuni.
Lantas, apa sih kekuatan dan keunggulan yang dimiliki oleh Ole Romeny?
Sejatinya, pertanyaan tersebut memang wajar untuk diungkapkan. Pasalnya, para pendukung Timnas Indonesia tentunya tak ingin proses alih kewarganegaraan yang dilakukan oleh pemain ini berakhir dengan sia-sia imbas kualitas yang kurang memadai.
Namun jangan khawatir, jika kita membedah kekuatan yang dimiliki oleh Romeny di laman fminside yang merupakan representasi, perhitungan dan virtualisasi dari kekuatan nyata para pemain sepak bola di dunia, Romeny memiliki kekuatan yang cukup merata dalam kategori teknik, mental dan fisik.
Jika lebih dikerucutkan lagi, pemain kelahiran Nijmegen ini memiliki kemampuan yang cukup istimewa dalam hal pengambilan penalti, pace dan teknik permainan di mana masing-masing kemampuan itu menjadi kemampuan yang paling menonjol.
Selain itu, Romeny juga memiliki kualitas dalam beberapa hal seperti first touch (sentuhan pertama), keberanian, agresifitas, kerja sama tim, akselerasi, kelincahan, keseimbangan, capaian lompat dan stamina.
Namun sayangnya, sebagai pemain yang kerap bertugas sebagai juru gedor, Romeny justru memiliki atribut yang tak begitu mentereng. Dalam catatan fminside, meskipun tak buruk-buruk amat, namun Romeny memiliki kemampuan dalam hal finishing dan heading yang tak begitu spesial.
Kemampuan ini bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan penyerang muda Timnas Indonesia yang kini memperkuat Persis Solo, Muhammad Ramadhan Sananta. Dalam catatan fminside, Sananta yang belakangan ini tampil gacor di Liga 1 Indonesia memiliki kemampuan finishing serta heading yang lebih unggul dibandingkan dengan Romeny.
Namun demikian, jika dibandingkan secara keseluruhan dengan deretan pemain depan yang saat ini dimiliki oleh Timnas Indonesia, Ole Romeny masih menjadi yang terbaik dalam rataan atributnya, sehingga akan sangat mungkin dirinya bakal mengambil peran dalam peningkatan permainan Timnas Indonesia di waktu dekat ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
Artikel Terkait
-
Thom Haye Menggila Bersama Almere City di Hari Spesialnya
-
Kemampuan Spesial Jay Idzes hingga Copot Ban Kapten dari Pemain Rp19 M
-
Kabar Buruk Joel Veltman untuk Timnas Indonesia: Ambisi yang Terhalang Aturan FIFA
-
Daripada ke Yokohama F. Marinos, Sandy Walsh Sejatinya Masih Layak di Eropa
-
Hijrah ke Jepang, Sandy Walsh Miliki Cukup Modal untuk Taklukkan Kerasnya Liga
Hobi
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan