Penyerang timnas Indonesia U-20, Jens Raven diprediksi akan menjadi striker utama skuad garuda U-20 di ajang Piala Asia U-20 2025 mendatang. Melansir dari laman resmi AFC (the-afc.com), penyerang berusia 19 tahun tersebut memang sejak menjalani debut di tahun 2024 lalu, sukses memperlihatkan kualitasnya sebagai penyerang muda yang cukup tajam sejauh ini. Bahkan, dari 14 laga bersama timnas Indonesia U-19 dan U-20, penyerang kelahiran Dordrecht, Belanda tersebut sukses mencetak 7 gol dan mencatatkan 4 asisst sejauh ini.
Kondisi ini tentunya cukup menguntungkan bagi timnas Indonesia U-20 di ajang Piala Asia U-20 2025 mendatang. Sosok striker tajam yang dibutuhkan oleh Indra Sjafri yang memiliki tugas merobek jala gawang lawan hadir dalam diri Jens Raven. Namun, keunggulan yang dimiliki oleh penyerang berpostru 189 cm tersebut sejatinya juga bisa menjadi titik lemah tersendiri bagi timnas Indonesia U-20 di Piala Asia nanti.
Jadi Striker Utama, Lawan Dipastikan Akan Mengawal Jens Raven
Meskipun timnas Indonesia U-20 memiliki seorang striker tajam di dalam diri Jens Raven, hal ini bisa menjadikan penyerang keturunan Belanda-Indonesia tersebut akan selalu dikawal oleh bek-bek lawan di ajang Piala Asia U-20 nanti. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), timnas Indonesia yang tergabung di grup C bersama Uzbekistan, Iran dan Yaman tentunya akan menargetkan Jens Raven sebagai sosok yang harus dijaga.
Hal ini bisa membuat kubu lawan akan memberikan perhatian ekstra untuk Jens Raven sehingga dirinya tak bisa bergerak bebas maupun mencetak gol. Jika kondisi ini benar-benar terjadi, bukan tak mungkin timnas Indonesia U-20 akan menemui kebuntuan di lini depan. Belum lagi pelapis Jens Raven seperti Muhammad Ragil, Mufli Hidayat dan Aulia Rahman dinilai tak memiliki kualitas yang sepadan dengan Jens Raven.
Lantas, apakah ini bisa menjadi masalah besar bagi Indra Sjafri nantinya? bisa jadi iya, bisa juga tidak. Meskipun kelak Jens Raven akan dikawal oleh pemain lawan, namun timnas Indonesia diprediksi memiliki taktik lain dalam penyerangan. Bisa saja Jens Raven diposisikan sebagai Dummy-striker yang memiliki tugas memancing bek lawan dan membuka celah bagi rekan-rekannya untuk menciptakan peluang.
Hal ini bisa saja terjadi mengingat taktik tersebut seringkali dilakukan oleh Indra Sjafri saat ajang AFF Cup U-19 2024 lalu. Bisa saja hal ini akan dilakukan kembali di ajang Piala Asia U-20 2025 kelak. Kita tunggu saja bagaiman Indra Sjafri akan mempersiapkan strateginya di ajang Piala Asi U-20 2025 nanti.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
-
Jelang Timnas Indonesia vs Iran, Indra Sjafri: Alhamdulillah...
-
Jens Raven Disorot AFC Jelang Piala Asia U-20 2025: Tampil Mengesankan!
-
Siapa Sahara Jonata? Winger Keturunan Betawi Bisa Bela Timnas Indonesia
-
Cetak Gol Salto, Pemain Muda Bali United Incar Tempat di Timnas Indonesia
-
Manajer Yokohama F. Marinos Sepakat dengan Patrick Kluivert, Bagaimana Masa Depan Sandy Walsh?
Hobi
-
Hasil MotoGP Inggris 2026: Kejutan dari Raul Fernandez yang Lama Menghilang
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
Terkini
-
Beli Barang Murah di Online Shop: Solusi Hemat atau Malah Bikin Boncos?
-
Parkir Ngepruk di Solo: Mengapa Masalah Parkir Liar Tak Akan Hilang Hanya dengan Dibina
-
Praktis Tinggal Usap, Ini 5 Micellar Wipes Pilihan untuk Kulit Berjerawat
-
Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian
-
Memaknai Kemerdekaan di Dunia Kerja: Mengapa Gen Z Lebih Memilih 'Work-Life Balance'?