Setelah kurang lebih 4 bulan menunggu, MotoGP akan kembali memulai musim baru di tahun 2025 ini. Jika musim lalu ada 20 seri sepanjang tahun, kali ini MotoGP mengusung 22 seri dengan 2 seri baru, yakni GP Ceko dan GP Hungaria.
Sebelum itu, para pembalap dijadwalkan untuk menjalani tes pramusim di Sepang dan Buriram terlebih dahulu. Kemudian, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana GP Qatar selalu jadi pembuka, MotoGP 2025 ini akan dibuka dengan GP Thailand dan akan dilanjutkan dengan seri-seri Eropa lainnya.
Kilas balik sejenak, musim 2024 kemarin ditutup dengan tampilnya Jorge Martin sebagai juara dunia, setelah mengalami persaingan ketat dengan Sang Juara Dunia bertahan, Pecco Bagnaia.
Sementara itu, ada banyak hal menarik yang patut dinantikan tahun ini, mulai dari penampilan pembalap baru (rookie), formasi pembalap baru, hingga mesin-mesin baru keluaran setiap tim.
Tak heran, banyak yang penasaran dengan persaingan yang akan ditampilkan oleh para pembalap, terutama bagi mereka yang tahun ini bergabung dengan tim baru. Seperti halnya Jorge Martin, Sang Juara Dunia, yang saat ini sudah pindah ke Aprilia dan juga Marc Marquez yang kini menduduki kursi pembalap di Ducati pabrikan.
Jika musim lalu Pecco Bagnaia harus bersaing sengit dengan Jorge Martin, akankah hal yang sama akan terjadi saat Martin tidak lagi menggunakan motor Ducati? Atau justru Pecco akan menghadapi rival-rival baru, mungkin rekan setimnya sendiri atau pembalap lain yang musim ini bakal tampil lebih kuat?
Sebelum menyaksikan kompetisi ini, mari kita simak dulu jadwal lengkap MotoGP 2025 berikut ini
1. GP Thailand (28 Februari-2 Maret)
2. GP Argentina (14 Maret-16 Maret)
3. GP Amerika Serikat (28 Maret-30 Maret)
4. GP Qatar (11 April-13 April)
5. GP Jerez (25 April-27 April)
6. GP Prancis (9 Mei-11 Mei)
7. GP Inggris (23 Mei-25 Mei)
8. GP Aragon (6 Juni-8 Juni)
9. GP Mugello (20 Juni-22 Juni)
10. GP Belanda (27 Juni-29 Juni)
11. GP Jerman (11 Juli-13 Juli)
12. GP Ceko (18 Juli-20 Juli)
13. GP Austria (15 Agustus-17 Agustus)
14. GP Hungaria (22 Agustus-24 Agustus)
15. GP Catalunya (5 September-7 September)
16. GP San Marino (12 September-14 September)
17. GP Jepang (26 September-28 September)
18. GP Indonesia (3 Oktober-5 Oktober)
19. GP Australia (17 Oktober-19 Oktober)
20. GP Malaysia (24 Oktober-26 Oktober)
21. GP Portugal (7 November-9 November)
22. GP Valencia (14 November-16 November)
Nah, itu tadi jadwal lengkap MotoGP 2025. Catat dan jangan sampai terlewat, ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
-
Dari Kue Hingga Skincare, Matcha Dimodifikasi Sejauh Ini Demi Bisa Disukai?
-
Pola Pikir Baru Marc Marquez: Tak Ada Lagi Beban Juara, Siap Pensiun Kapan Saja
Artikel Terkait
-
Thailand Jadi Seri Pembuka MotoGP 2025, Penggemar Gratis Jumpa Marc Marquez Cs di One Bangkok
-
Kalender Sementara MotoGP 2025: Kembalinya GP Hungaria, Race di Mandalika Awal Oktober
-
Gigi Dall'Igna Optimis Sambut Musim Depan, Walau Ducati Serba Kekurangan
-
Aleix Espargaro Sayangkan Bakat Pembalap Muda yang Tak Bisa Naik ke MotoGP
-
Marah-Marah, Max Verstappen Kesal dengan Strategi Tim di GP Hungaria 2024
Hobi
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Duel Sengit Ditengah Badai Cedera!
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Terkini
-
Viral Audio 'Bare Minimum' dan Manga Veil: Benarkah Ekspektasi Hubungan Gen Z Ketinggian?
-
Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu
-
Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan
-
Kiamat Ekologis: Ketika Desa Adat, Hutan, dan Satwa Liar Perlahan Hilang
-
Militerisasi Sektor Sipil: Saatnya TNI Jadi Pemicu, Bukan Operator Permanen