Beberapa waktu yang lalu, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan beberapa nama pemain keturunan baru yang akan menjalani proses naturalisasi dan membela timnas Indonesia. Melansir dari akun instagram pribadinya, @erickthohir, salah satu nama pemain keturunan yang akan dinaturalisasi adalah Joey Pelupessy.
Gelandang bertahan berusia 31 tahun ini akan dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia. Kendati sudah berusia cukup tua, namun hadirnya pemain asal klub Belgia, Lommel SK ini sendiri diprediksi akan menggeser 3 nama pemain berlabel timnas Indonesia di skuad garuda saat ini. Siapakah nama-nama tersebut? berikut adalah ulasannya!
1. Yance Sayuri
Kendati berposisi sebagai bek kiri dan winger kiri, pemain asal klub liga Indonesia, Malut United, Yance Sayuri berpeluang tersingkir dari skuad timnas Indonesia dengan hadirnya Joey Pelupessy. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, saudara kembar dari Yakob Sayuri ini memang cukup jarang bermain di timnas Indonesia karena kerap diterpa cedera dan kalah saing dari banyak pemain di posisinya. Sontak, hadirnya Joey Pelupessy juga diprediksi akan membuat Yance Sayuri bisa tersingkir dari skuad timnas Indonesia.
2. Jordi Amat
Salah satu nama yang juga berpeluang tersingkir dengan hadirnya Joey Pelupessy adalah Jordi Amat. Bek keturunan Spanyol-Indonesia ini memang dianggap mengalami penurunan performa beberapa laga terakhir bersama timnas Indonesia. Selain itu, usianya yang kian menua membuatnya sering kala saing dengan nama-nama lain seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Rizky Ridho dan Elkan Baggott.
Meskipun berposisi sebagai bek tengah, Jordi Amat juga kerap kali bermain sebagai gelandang bertahan di skuad timnas Indonesia. Namun, dengan usianya yang kian menua, yakni 32 tahun, membuat mantan bek timnas Spanyol U-21 ini rawan tergeser dari skuad timnas Indonesia.
3. Nathan Tjoe-A-On
Salah satu pemain yang berpeluang untuk tersingkir dengan hadirnya Joey Pelupessy adalah Nathan Tjoe-A-On. Melansir dari laman transfermakt.co.id, pemain yang sejatinya berposisi sebagai bek kiri ini juga kerap kali bermain di sektor gelandang bertahan. Namun, dengan minimnya menit bermain yang diperoleh oleh pemain keturunan Indonesia-Belanda ini bersama klubnya, Swansea City, hal ini membuat peluangnya dipanggil oleh timnas Indonesia di era Patrick Kluivert cukup kecil.
Nah, itulah beberapa nama yang berpeluang tersingkir dari timnas Indonesia dengan hadirnya nama Joey Pelupessy.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Sosok Alona Suslova Wanita Israel Kekasih Jordi Cruyff
-
Profil Jordi Cruyff, Anak Johan Cruyff yang Ditunjuk Jadi Penasihat Teknis Timnas Indonesia
-
Khawatir soal Ego, PSSI Batal Rekrut Penasihat Teknis dari Spanyol
-
Perjalanan Karier Jordi Cruyff: Debut di Barcelona, Hijrah ke MU, hingga Latih Timnas Ekuador
-
Erick Thohir Telepon Nova Arianto, Minta Fokus Penuhi Target Piala Dunia U-17
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
Hair Mist Terbaik untuk Hilangkan Bau Apek pada Rambut, Ini 5 Produknya!
-
Usung Aksi Mecha Epik, Anime Vertex Force Umumkan Tayang Oktober 2026
-
Lelaki yang Membawaku Naik Kapal dan Kabur ke Singapura
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang
-
Secangkir Kopi: Antara Jeda, Ambisi Anak Muda, dan Dompet yang Kritis